KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membanggakan Jakarta International Stadium (JIS). Dia menyebutnya sebagai janji mahakarya yang telah ditunaikan.
Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengapresiasi keberhasilan Anies. Namun, dia mengingatkan Anies bahwa janjinya tidak hanya mendirikan JIS saja, tapi masih memiliki janji-janji lainnya yang belum terealisasi, salah satunya kepemilikan rumah dengan DP 0 persen.
“Janji beliau bukan hanya JIS saja. Transportasi yang terintegrasi belum sesuai yang kita harapkan bersama,” kata Hasbiallah, Rabu (4/5/2022).
“Rumah DP 0 persen masih perlu kerja ekstra, infrastruktur wilayah-wilayah perkampungan di DKI Jakarta perlu dimaksimalkan,” tambahnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan memamerkan hasil pembangunan JIS usai melaksanakan sholat Idul Fitri. Dia menyebut JIS sebagai sebuah janji mahakarya yang akhirnya tertunaikan.
“Pada pagi hari ini kita bisa sama-sama melaksanakan salat Ied sekaligus juga menyaksikan bahwa sebuah janji telah tertunaikan,” kata Anies di JIS, Senin (2/5).
“Jakarta International Stadium sebuah mahakarya yang dikerjakan oleh anak bangsa yang dikerjakan dalam suasana pandemi,” tuturnya.
Anies mengungkapkan, ketika pandemi melanda seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali Jakarta, para pekerja tetap bekerja keras dan bekerja senyap untuk menuntaskan pembangunan JIS.
“Ketika groundbreaking dilakukan lima bulan kemudian, Jakarta diterpa dengan pandemi dan semua bekerja dalam senyap, semua bekerja keras, anak-anak bangsa untuk akhirnya menuntaskan JIS ini,” ungkap Anies.
Sementara itu Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono yang mempertanyakan maksud dari janji yang Anies sebut sudah tertunaikan saat memamerkan JIS. “Sebuah janji tertunaikan?” tanya Gembong.
Dia menekankan, JIS bukanlah janji utama Anies. Sebab, JIS merupakan program berkelanjutan, di mana Anies hanya menyelesaikan program itu.
Dia pun menyebutkan janji-janji Gubernur DKI Anies Baswedan yang belum terselesaikan yaitu penanganan banjir yang hingga kini belum dapat ditangani.
“Kemudian soal penyediaan lapangan kerja dengan program OK OCE-nya yang dia janjikan menyerap 250.000 wirausahawan baru. Lalu soal keberpihakannya kepada masyarakat kurang mampu, dengan menyediakan rumah bagi warga miskin dengan program DP 0 rupiah,” pungkasnya.