Langsung ke konten
News

Berkedok Penyuluhan HIV/AIDS, Komunitas LGBT Gelar Pesta Seks di Puncak

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Polsek Megamendung, Bogor, Jawa Barat, berhasil menggagalkan dugaan akan digelarnya pesta seks kaum Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di kawasan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor. Untuk mengelabui petugas, acara itu dibalut denga tema kegiatan gathering dan penyuluhan HIV/AIDS.

Kapolsek Megamendung AKP Tri Lesmana mengatakan rencana kegiatan kaum LGBT tersebut batal dilaksanakan, karena pihaknya tidak memberikan izin.

“Kami tidak berikan izin,” kata Tri Lesmana, Sabtu (18/6/2022).

Dia menjelaskan, rencana kegiatan komunitas LGBT ini terungkap setelah pihaknya mendapatkan laporan terkait rencana kegiatan penyuluhan HIV/AIDS yang akan digelar di sebuah vila di Megamendung, Puncak, Bogor.

“Rencananya digelar tanggal 18-19 Juni, hari Sabtu-Minggu di Pondok Koluska. Awal informasi yang kami terima ada kegiatan gathering, edukasi HIV/AIDS dengan teman Back to School,” jelasnya.

Namun, dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa kegiatan ini akan dihadiri komunitas LGBT. Dan polisi pun memerintahkan acara tersebut dibatalkan.

“Dengan informasi itu, anggota kami melakukan penyelidikan, berkoordinasi dan berkomunikasi. Hasilnya terungkap itu acara kaum LGBT. Itu hasil penyelidikan,” ucap Tri Lesmana.

Dia mengimbau kepada pemilik atau pengelola vila untuk melapor ke polisi jika ada tamu vila yang akan melakukan kegiatan. Hal itu dilakukan agar tidak akan terjadi kegiatan yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Setiap kegiatan keramaian agar ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian, agar terkontrol dan tidak meresahkan masyarakat,” sarannya.

Penjelasan Camat Megamendung

Sementara itu, Camat Megamendung Acep Sajidin mengatakan, pada hari Kamis (16/6), dirinya bersama petugas kepolisian mendatangi pemilik vila untuk mengkonfirmasi kebenaran itu aka nada pesta kaum LGBT. Kepadanya, pemilik mengaku tidak tahu kegiatan apa sebenarnya yang digelar.

“Yang pemilik vila tahu hanya kegiatan kumpul-kumpul. Tapi hari itu juga pemilik vila sudah menyampaikan ke pihak penyelenggara kalau penyewaan dibatalkan,” kata Acep.

Acep beralasan kegiatan tersebut terpaksa dibatalkan karena penyelenggara tidak mau mengurus izin kegiatan.

Adapun informasi bahwa ada kegiatan LGBT yang akan digelar di salah satu vila yang berada di wilayahnya yaitu pada Selasa (14/6) sore.

“Di hari Kamis kami datangi pemilik vila untuk dikonfirmasi. Kita respon informasi itu dengan cepat,” ujarnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua