Langsung ke konten
News

Besok, Ribuan Driver Ojol Kepung Kantor Budi Karya, Tuntut Penyesuaian Tarif di Masa Pandemi

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Rabu (5/1/2022), ratusan driver ojek online (ojol) dari berbagai perkumpulan akan mengepung Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menuntut penyesuaian tarif.

Ketua Umum Armada Seluruh Ojek Online Indonesia (ASOOI) Mahmud mengatakan, beberapa organisasi atau perkumpulan driver ojol yang akan bergabung di antaranya Malari, Gograber, Ojol Indonesia, dan ASOOI.

“Aksi besok akan diikuti ribuan driver ojol se-Jabodetabek dan perwakilan dari beberapa wilayah di Indonesia,” kata Mahfud, Selasa (4/1/2022).

Kata Mahmud, aksi turun ke jalan dipicu karena ketidak konsistenan pihak Kemenhub terhadap aspirasi pengemudi ojol.

Ia menceritakan, awalnya para driver ojol mengirimkan surat kepada Kemenhub pada tanggal 2 Agustus 2021. Adapun isi surat tersebut adalah meminta Kemenhub untuk menjadi penghubung kepada pihak aplikator terkait potongan sebesar 20%.

“Menurut kami para driver, potongan itu sangat besar dan tidak layak di masa pandemi Covid-19. Apalagi presentase menurun serta banyaknya pengemudi online, sedangkan kebutuhan kami meningkat,” jelas Mahmud.

Selain itu, Anggota Dewan Pengawas ASOOI Sunardi menambahkan, para driver ojol juga meminta Kemenhub untuk mengevaluasi tarif ojol sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan RI No. 548 Tahun 2020 diktum Pertama.

“Surat kami direspon oleh Kemenhub, lalu diadakan zoom meeting yang dipimpin Direktur Perhubungan Darat, Bapak Ahmad Yani,” ungkapnya.

Di hadapan para driver ojol, Ahmad Yani menyatakan bersedia menjadi penghubung dengan aplikator, juga akan mengevaluasi tarif seperti yang diminta para driver ojol. 

Namun, hingga tanggal 31 Desember 2021 janji tersebut tidak direalisasikan juga, melalui perwakilannya menagih janji Ahmad Yani tersebut.

“Kami mengirimkan surat kembali untuk mengingatkan pihak Kemenhub. Nomor surat kami, 03.52/ASOOI/XII/2021. Dalam surat tersebut, kami memberikan waktu sampai 5 hari sejak surat disampaikan, dan sampai sekarang belum direalisasikan,” ucap Didi, panggilan akrab Sunardi.

“Karena tidak direspon maka besok kami akan turun ke jalan dan mengepung gedung Kemenhub untuk memperjuangkan apa yg menjadi aspirasi dari driver ojol se-Indonesia,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua