KabarJakarta.com -- Bursa calon Gubernur DKI Jakarta mulai bermunculan. Ada delapan nama disebut-sebut akan bertarung di Pilkada DKI 2024, salah satunya mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani.
Seperti diketahui, pada Oktober 2022 mendatang, masa jabatan Anies Baswedan akan berakhir. Sebagai penggantinya, pemerintah akan menunjuk Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI sampai digelarnya Pilkada DKI tahun 2024 yang bersamaan dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik berharap Jakarta akan dipimpin oleh figur dari kalangan pemuda.
“Menurut pandangan saya, Jakarta harus dipimpin oleh kalangan pemuda,” kata Taufik di Pendopo Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, kemarin.
Adapun alasannya, lanjut politisi Partai Gerindra ini, tidak lagin karena tuntutan zaman yang menuntut seorang pemimpin harus memiliki pandangan jauh lebih ke depan, memiliki semangat yang tinggi dan enerjik.
“Apalagi sekarang ini eranya serba digital. Pemimpin dari kalangan pemua sangat tepat untuk menyesuaikan perubahan zaman ke depannya,” ujarnya.
Diri secara pribadi melihat saat ini banyak pemuda yang memiliki potnsi besar bisa memimpin kota sebesar Jakarta. Ia pun menyebutkan beberapa nama yang menurutnya bisa dan memiliki kemampuan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029
“Ada mantan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diani, ada juga Wakil Gubernur DKI (sekarang) Ahmad Riza Patria), dan Menteri Investasi Bahlil Lahadia,” tuturnya.
Nama lainnya adalah, anggota DPR RI dari Partai Nasdem yang sekarang ini juga sebagai Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
“Untuk putera daerah (Betawi) ada mantan anggota Badan Pemerika Keuangan (BPK) Prof Baharullah Akbar yang akrab disapa Bang Bahrul,” tambah Taufik.
Bagaimana dengan peluang Anies Baswedan, apakah bisa mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur DKI pada 2024? Menurut Taufik, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mungkin saja maju kembali, tapi melalui jalur independen.
“Tapi kalau dia ingin maju sebagai capres, tidak bisa melalui jalur independen, harus menggunakan kendaraan partai politik. Sampai saat ini Anies belum punya kendaraan politik,” pungkasnya.