KabarJakarta.com - Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyoroti kejadian kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta. Dia berpendapat perlu ada standarisasi kualitas pengemudi.
“Harus ada standardisasi pramudi yang sama untuk pengemudi TransJakarta dan operator,” kata Heru Budi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/11).
Dia menekankan perlunya memprioritaskan keselamatan selama bertugas demi menghindari kejadian kecelakaan. Heru meminta agar prioritas ini diterapkan tidak hanya oleh Direksi TransJakarta, tetapi juga mitra operator.
“Artinya TransJakarta harus membangun pola pikir atau mindset untuk menerapkan safety first di setiap layanannya," ujarnya.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pihaknya selalu memantau pelaksanaan standar pemenuhan layanan transportasi umum sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Untuk TransJakarta, upaya yang dilakukan adalah mewajibkan setiap sopirnya melakukan cek kesehatan sebelum bekerja atau fit to work.
“Dari 15 rekomendari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), sebagian besar sudah dieksekusi. Memang belum langsung terlihat hasilnya, misalnya melakukan fit to work bagi pramudi. Sekarang di seluruh operator bus sudah dilakukan,” kata Syafrin Liputo, Rabu (9/11/2022).
Rekomendasi KNKT yang dimaksud Syafrin yaitu rekomendasi pada akhir 2021. Rekomendasi itu keluar sebagai respon atas banyaknya kecelakaan bus TransJakarta.
Menurut Syafrin, sopir-sopir yang bertugas telah dinyatakan sehat sehingga meminimalisasi terjadinya kecelakaan dikarena kondisi sopir yang Lelah atau tidak sehat.
“Jadi, sebelum pramudi dinyatakan siap operasi, dilakukan pengecekan kesehatan dan sebagainya lebih dulu,” imbuhnya.
Menurut Syafrin, rekomendasi dari KNKT itu menjadi bagian dari evaluasi. “Kami juga sudah bertemu dengan direksi dan jajaran TransJakarta, melakukan monitoring terkait progres apakah standar pemenuhan pelayanan transportasi umum maupun rekomendasi-rekomendasi yang telah diberikan KNKT telah dilaksanakan,” ungkap Syarif.