KabarJakarta.com - Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengungkapkan bahwa peristiwa kecelakaan yang kerap terjadi pada bus TransJakarta beberapa terakhir ini dipicu tidak hanya karena kesalahan pramudi bus, tapi juga faktor kelalaian pengguna jalan lainnya.
“Kalau saya lihat datanya itu lebih ke perilaku pengguna jalan, misalnya seperti menyeberang jalan sembarangan dan lain sebagainya,” kata Djoko saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).
Justru, Djoko mengapresiasi langkah-langkah yang diambil PT TransJakarta dalam menanggulangi rentetan peristiwa kecelakaan. Dia menyebutkan, BUMD yang bergerak di bidang transportasi umum itu telah mengerahkan 1-800 petugas untuk mencegah dan menangani pelecehan seksual dan membuat pelatihan khusus pramudi untuk meminimalisir angka kecelakaan.
Menurut dia, pembenahan tersebut dapat dikatakan berhasil, hal itu terbukti telah menurunnya tingkat kecelakaan atau accident rate sejak dua tahun terakhir.
“Berdasarkan datanya, jumlah angka kecelakaan dibandingkan dengan tahun lalu turun. Itu artinya sebuah proses dari TransJakarta,” ujarnya.
Kendati demikian, Djoko berpesan agar pelatihan khusus pramudi dapat dilaksanakan secara rutin agar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus TransJakarta dapat dikendalikan.
“Perlu pelatihan rutin walaupun sudah biasa mengemudi minimal sebulan sekali. Hasil evaluasinya dapat dijadikan sebagai bahan rujukan,” kata Djoko.
Pada Jumat (28/10) malam, seorang pria lanjut usia berinisial FNR (62) tewas setelah tertabrak bus TransJakarta di Jalan MH Thamrin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Yayat Sudrajat mengatakan, jajarannya dan PT TransJakarta telah memutar ulang rekaman Closed Circuit Television (CCTV) saat peristiwa terjadi.
“Informasi dari TransJakarta, jika kami melihat dari CCTV yang ada, memang ada unsur kelalaian si korban dalam posisi menyeberang, katanya lari. Ini yang diselidiki,” kata Yayat, Senin (31/10).