Langsung ke konten
News

Bus TransJakarta Sering Kecelakaan, Sopirnya Harus Sekolah Lagi

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus TransJakarta kerap terjadi beberapa terakhir ini. Teranyar, sebuah bus TransJakarta nyaris tertabrak KRL di perlintasan sebidang kereta di Jalan Halimun, Jakarta Pusat.

Pengamat transportasi Deddy Herlambang berpendapat, perlu ada perubahan radikal di dalam manajemen TransJakarta. Dia memiliki pandangan seperti itu setelah menganalisa insiden bus TransJakarta yang nyaris tertabrak di perlintasan sebidang Halimun.

“Harus ada perubahan radikal. Enggak bisa hanya diberi hukuman, hanya disidang, lalu besok-besoknya terulang kembali. kemarin itu benar-benar brutal sopirnya,” ucap Dedi, Selasa (8/11).

Deddy menyarankan TransJakarta harus melakukan uji kelayakan para sopirnya agar kejadian di perlintasan sebidang Halimun tidak terulang. Menurutnya, perlu diberlakukan sertifikasi khusus bagi sopir angkutan umum seperti TransJakarta, sehingga pengemudi memiliki jiwa pelayanan yang tinggi.

“Menurut saya, sopir bus TransJakarta itu hampir enggak yang punya sense melayani. Karena mereka juga enggak punya kompetensi khusus,” ujarnya. “Jadi ini mendesak, harus ada uji kompetensi khusus atau sekolah mengemudi khusus angkutan umum,” pungkas Deddy.

Rute Koridor 4 Akan Diubah

Sementara itu, Direktur Operasional dan Keselamatan PT TransJakarta, Yoga Adiwinarto mengatakan pihaknya berencana akan mengubah rute koridor 4 bus TransJakarta yang melintasi perlintasan sebidang rel kereta api Jalan Halimun.’

“Salah satu opsi yang kami lihat adalah bagaimana kami bisa mengalihkan rute supaya bisa enggak lewat sana lagi. Kami cari jalan lain yang lebih aman,” kata Yoga, Selasa (8/11).

Dia mengungkapkan bahwa perlintasan sebidang Latuharhary-Halimun itu merupakan jalur lalu lintas yang cukup rawan kecelakaan. Di sana kerap kali ditemukan pengendara, baik kendaraan pribadi maupun transportasi umum berusaha menerobos palang perlintasan rel kereta.

“Kalau mau tahu situasinya, 5 menit saja nongkrong di sana, pasti akan melihat tidak hanya bus TransJakarta, tapi bagaimana lintasan itu hazard. Apa yang TransJakarta lakukan? Kami mungkin mulai minggu depan akan mensosialisasi perubahan rute,” ujar Yoga.

Soal kejadian bus TransJakarta yang nyaris tertabrak KRL di perlintasan Halimun tersebut, Yoga mengatakan bahwa pengemudi bus TransJakarta sudah melakukan perjalanan dengan benar dan tidak menerobos palang perlintasan sebidang.

Hanya saja, kondisi lalu lintas di jalan tersebut tersendat, sehingga petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL) menutup palang saat bus TransJakarta berada di tengah perlintasan.

“Jadi bukan pengemudi mau menyerobot, ini sama saja nyerahin nyawa. Yang benar, bus sudah masuk, baru palang ditutup, jadi kesannya menerobos. Justru pada saat itu akhirnya bus mundur,” terangnya.

“Bus sudah mentok ke depan, enggak bisa maju lagi. jadi ini sedang kami lihat, tapi ini sebuah dan kami akan lihat mitigasinya seperti apa,” sambung Yoga.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua