KabarJakarta.com - Erina Gudono, calon istri putra bung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangareb, menjadi moderator di acara orasi ilmiah bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan CEO Freeport-McMoran Richard C Adkerson yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (4/10).
Dalam orasi ilmiah, Bahlil mengatakan kondisi global saat ini bisa dikatakan sangat suram. Menurut dia, di tahun 2020 hampir seluruh negara di dunia masih fokus pada upaya pemulihan pascapandemi COVID-19, dan kini terjadi krisis keamanan di Eropa yang berdampak pada krisis pangan dan krisis energi.
“Kondisi -kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi global melambat dan mengakibatkan peningkatan inflasi di banyak negara,” kata Bahlil dalam orasi ilmiah bertema ‘Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi dengan Kearifan Lokal di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022).
Melihat kondisi ini, lanjut Bahlil, mahasiswa harus memiliki tidak hanya pengetahuan yang mumpuni dan prestasi gemilang, tetapi juga pengalaman berorganisasi yang bisa membentuk mereka sebagai pemimpin masa depan.
“Masa depan bangsa ada pada kalian yang ada di depan saya. Kalau saya yang dari kampung bisa bersanding dengan salah satu konglomerat terbaik di dunia, apalagi kalian yang kuliah di Jogja, pasti kalian akan lebih baik dari generasi kami,” ucapnya.
Di acara yang sama, Chairman of the Board yang juga CEO Freeport-McMoran, Richard Adkerson, memberikan pemaparan terkait sejarah Freeport dan relasi yang terjalin dengan pemerintah Indonesia.
Katanya, melalui berbagai aktivitas dan inisiasi kerja sama, Freeport berupaya memberi kontribusi bagi Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Investasi, kepada Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo (Jokowi), beserta menteri-menteri lainnya yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk membangun kemitraan yang positif, yang menguntungkan banyak pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi ini,” kata Richard Adkerson.
Sebagai informasi, sebanyak 60 mahasiswa UGM menerima beasiswa dari PT Freeport Indonesia. 50 mahasiswa menerima beasiswa untuk satu semester sebesar Rp5 juta, sementara 10 mahasiswa berprestasi asal Papua menerima beasiswa biaya kuliah hingga lulus.
Pemberian beasiswa ini menjadi salah satu wujud kerja sama penyediaan dana pendidikan dan penelitian dari PT Freepot Indonesia ke UGM yang termuat dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani bersamaan dengan acara Orasi Ilmiah Menteri Investasi/Kepala BKPM yang digelar di UGM Yogyakarta.
Sementara Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia, MMed Ed Sp OH (K) PhD menyatakan sangat berbahagia dan menyambut baik jalinan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia.
“Semoga implementasi kerja sama ini berjalan lancar dan akan memberikan dampak lebih baik bagi masa depan pendidikan secara lebih luas, khususnya untuk pemenuhan dan penguatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi serta karya UGM ke depan,” ucap Ova Emilia.
Selain dana Pendidikan, PT Freeport Indonesia juga memberikan dana penelitian dalam kerangka program Sahabat UGM senilai Rp1,5 miliar.
Menurut Rektor UGM, penandatangan MoU antara UGM dengan PT Freeport Indonesia menjadi bentuk upaya mempromosikan kerja sama penerapan Tridarma Perguruan Tinggi berdasarkan prinsip atau penghormatan terhadap independensi satu sama lain dan kemanfataan kedua belah pihak.
Dalam lanskap peluang dan tantangan ke depan, konektivitas dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk dilakukan.
Kerja sama saling menguntungkan ini, menurut Rektor UGM, bisa memberi peluang besar bagi ketersediaan dana-dana riset, pengabdian, dan kerja-kerja produktif lain di kampus.
Menurut Ova Emilia, upaya pengembangan produktivitas kerja dan karya kampus tentu saja membutuhkan dukungan kuat, tak terkecuali dalam sektor pendanaan.
“Di sisi lain, aspek kerja sama antara kampus dengan sektor industri tentu saja akan banyak memberikan kesempatan dan peluang lahirnya keragaman serta kekayaan ide gagasan inovasi baru, yang sangat dibutuhkan baik oleh kampus maupun pihak industri itu sendiri,” jelas Rektor UGM Ova Emilia.