KabarJakarta.com--Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan, Senin (21/10). Pemanggilan itu terkait posisi menteri dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.
Adapun para tokoh yang diundang Jokowi yakini, Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Fadjroel Rahman; CEO Gojek, Nadiem Makarim; Pendiri media NET Mediatama Televisi, Wishnutama; Mantan Ketua MK Mahfud MD; Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Kemudian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian; mantan Menteri Perindustrian Airlangga Hartato; mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan mantan Staf Khusus Presiden Nico Hardjanto.
Fadjroel Rahman datang secara bersamaan dengan mantan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan mantan Staf Khusus Presiden Nico Hardjanto. Namun, pertemuan ketiganya dengan Jokowi dilakukan terpisah.
"Saya mengatakan kepada Pak Jakowi bahwa saya bersedia menerima apapun yang dipeintahkan kepada saya untuk membantu beliau dan untuk negara ini. Nanti akan dibicarakan lebih jauh mengenai soal tugas yg akan diberikan, apakah harus mundur dari sebagai komisaris Adhi Karya, ataukah tetap berada di sana, jadi belum ada pembicaraan sampai sejauh itu," kata Fadjroel usai bertemu Jokowi.
Sementara itu, Erick Thohir mengaku diminta Jokowi menjadi menteri di bidang ekonomi. Namun, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ini belum mau mengungkap lebih gamblang.
"Ekonomi. Nanti beliau (Presiden Joko Widodo) yang menyampaikan," ucap Erick.
Bos Mahaka Group itu mengaku siap mengemban jabatan menteri. Menurut Erick, penunjukan sebagai menteri ini adalah sebuah amanah yang berat untuk dijalankan.
"Saya rasa ya kita semua wajib lah membantu, dan ini juga sesuai dengan pidato beliau untuk rakyat lah," tutur Erick.
Dalam pertemuan, kata Erick, Jokowi menyampaikan sejumlah rencana kerja untuk lima tahun ke depan. Dikatakan Erick, dalam pidato perdana sebagai presiden di Sidang MPR kemarin, juga sudah menegaskan akan mencopot menteri yang tak mampu mencapai target.
"Rencana setelah menginterview calon-calon menteri, tentu darincalon menteri itu beliau akan putuskan. Tentu pada hari ini, dengan visi beliau, tentu luar biasa. Kalau memang dipercaya, tentu harus bersedia," ujar Erick.
Erick menyadari tak pernah berkecimpung di pemerintahan dan hanya berlatar belakang sebagai pengusaha. Kata Erick, tugas negara ini terkadang tak pernah dibayangkan.
Ercik mengaku berat harus kembali meninggalkan dunia usaha. Apalagi, sambung Erick, sebelumnya ia sudah melepaskan jabatannya ketika menjadi Ketua INASGOC 2018. Meski demikian, Erick mengaku siap melepas jabatan pada sejumlah perusahaannya.
"Sudah pasti demgan jabatan seperti ini tidak boleh ada conflict of interest. Memang cukup berat bagi saya secara pribadi," tuturnya.
Disisi lain, Erick menyebut semua calon menteri yang ditunjuk oleh Jokowi wajib menandatangani pakta integritas. Kata Erick, pakta integritas diteken setelah semua menteri resmi dilantik.
"Beliau juga tidak sungkan-sungkan semua calon menteri harus tandatangani pakta integritas. Nanti kalau pada saat dilantik harus ditandatangan," imbuh Erick.
Adapun Nadiem mengaku menyambut dengan tangan terbuka perihal tawaran posisi sebagai menteri didalam kabinet Jokowi jilid 2. Ia pun mengaku siap mengemban amanah.
"Dengan tanggung jawab ini, saya menerima dan saya sangat senang sekali hari ini. Ini merupakan kehormatan yang luar biasa bagi saya. Saya merasa senang jadi orang Indonesia saat ini,” ucap Nadiem.
Dalam pertemuan, kata Nadiem, beberapa hal yang dibahas itu sudah disebutkan dalam pidato pelantikan Jokowi kemarin di Gedung DPR/MPR. Tersirat, pos yang akan diplot untuk Nadiem terkait dengan pengembangan inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
"Terutama di bidang semua arahan Presiden. SDM, reformasi birokrasi dan peningkatan investasi," kata Nadiem.
Namun, Nadiem belum mau mengungkap secara terbuka mengenai posisi menteri yang bakal diembannya nanti. "Posisi spesifiknya saya belum boleh berbicara itu, karena itu hak prerogatif Presiden," tutur Nadiem.
Sedangkan Wishnutama mengaku tak memiliki keinginan menjadi menteri. Terlebih, kata Wishnutama, dirinya saat ini masih fokus di dunia usaha bidang media.
"Saya nggak pernah mikirin, bilang siap atau nggak. Saya nggak pernah punya cita-cita jadi menteri," ucap Wishnutama.
Dia pun menegaskan tidak pernah mendapat tawaran masuk kabinet Presiden Jokowi di periode kedua. "Nggak pernah (dapat tawaran dari Jokowi). Saya nggak pernah ngomongin politik, nggak pernah ngomongin hal yang serius," imbuh Wishnutama.
Airlangga juga masih tertutup soal posisi menteri yang akan diberikan Jokowi. Politikus Golkar itu hanya menyebut pengumuman semua menteri akan disampaikan pada hari Rabu.
"Insya Allah nanti diumumkan Rabu besok, tunggu saja Rabu besok," kata Airlangga yang mengenakan kemeja putih.