Langsung ke konten
News

Cerita Porter Stasiun Gambir yang Rela Tidak Mudik Demi Mendapatkan Uang Tambahan

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Musim mudik Lebaran memberikan berkah tersendiri bagi para porter yang bekerja di Stasiun Kereta Api di wilayah DKI Jakarta. Mereka kebanjiran ‘order’ mengangkat tas atau barang bawaan pemudik. Penghasilan mereka pun meningkat hingga 20 persen.

Agus (24), porter di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, salah satunya. Dia mengaku penghasilannya naik sekitar 20 persen dari pendapatan biasanya.

“Alhamdulillah pendapatan Lebaran tahun ini meningkat, karena penumpangnya sangat banyak jika dibandingkan tahun lalu karena ada pelarangan mudik Lebaran,” kata Agus, Selasa (3/5/2022).

Meski begitu, kata Agus yang sudah tiga tahun bekerja sebagai porter, pendapatannya tersebut masih jauh dibandingkan pendapataan saat sebelum pandemi COVID-19.

“Lebih tinggi sebelum pandemi COVID-19, bisa 30 persen naiknya dulu. Tapi saya tetap syukuri saja,” ujarnya.

Dengan alasan mengejar mengejar pendapatan tambahan itu, Agus rela tidak mudik ke kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah. Menurutnya, sangat disayangkan jika dirinya memilih mudik di saat pendapatan sedang meningkat.

“Ya bagaiana, lagi ramai dengan pemudik. Sayang kan kalau momen seperti ini dilewatin. Demi menutupi kebutuhan sih,” ucap Agus.

Meski begitu, Agus tidak menampik dirinya kangen dengan suasana Lebaran di kampung halamannya. Sebagai penggantinya, dia akan mengambil cuti setelah Lebaran.

“Sebenarnya pengen mudik, apalagi setahun sekali. Enggak mudik enggak enak sama orang tua. Tapi bagaimana lagi,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua