Langsung ke konten
News

COVID-19 di Jakarta Naik Lagi, Konser Dewa 19 & Sheila On 7 Bisa Dibatalkan

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Imbas dari naiknya kembali kasus COVID-19 di Jakarta, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta perizinan konser di Ibu Kota dibatasi. Heru mengaku telah memerintahkan itu kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI.

“Kemarin saya minta kepada Kepala Dinas Pariwisata untuk mengurangi perizinan konser,” kata Heru di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

Selain itu, dia juga meminta kapasitas penonton konser dibatasi jika memang diberikan izin.

“Misalnya kapasitas ruangannya untuk 100 orang, ya jangan digunakan utnuk 100 orang, tapi dikurangi jadi 60-70 orang saja,” ujar Heru.

Sebagai informasi, sejumlah festival dan konser musik akhir-akhir ini kembali bergeliat. Beberapa yang sudah berjalan misalnya ‘Synchronize Festival’ dan ‘Berdendang Bergoyang’. Namun Festival ‘Berdendang bergoyang’ dihentikan karena pengunjung melebihi kapasitas. 

Sementara itu, konser-konser lainnya yang rencananya akan digelar di Jakarta di antaranya konser Dewa 19 di Jakarta International Stadium (JIS), Blackpink di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, dan Sheila On 7 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus konfirmasi COVID-19 di DKI Jakarta sudah memasuki level 3. Saat ini, kasus konfirmasi mingguan di DKI Jakarta mencapai 106,63 per 100.000 orang.

Sementara itu, tren kasus perawatan mingguan di DKI Jakarta mencapai 6,59. “Ternyata ada yang sudah masuk ke level 2, dan khusus untuk Jakarta kasus konfirmasi sudah masuk ke level 3,” kata Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung Nusantara I DPR RI, Selasa (8/11).

Budi mengungkapkan, penentuan level tiap provinsi mengacu pada threshold transmisi virus Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Batasan untuk kasus konfirmasi WHO adalah 20 kasus per 100.000 penduduk per minggu. Sementara itu, kasus yang masuk rumah sakit adalah 5 pasien per 100.000 penduduk per minggu, dan tingkat kematian adalah 1 kematian per 100.000 penduduk per minggu.

Mengacu pada batasan yang sama, kasus konfirmasi nasional masih terkendali. “Angka-angka yang ada di Indonesia sekarang baik konfirmasi masih 11 jadi masih level 1. Hospitalisasi masih 1,95, itu juga dibawah 5 masih level 1. Dan fatality-nya juga masih 0,08 jadi di bawah 1,” ucap Budi.

“Jadi, ketiga indikator transmisi WHO kita masih di level 1 jadi masih terkendali,” lanjut dia.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua