Langsung ke konten
News

Dampak Kenaikan BBM, Tarif Angkot di Jakarta Naik Rp1.000

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) disebut telah sepakat tarif angkutan kota (angkot) reguler naik sebesar Rp1.000. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kesepakatan itu akan diusulkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk ditetapkan sebagai Keputusan Gubernur (Kepgub).

“Untuk tarif reguler saya sudah menerima rekomendasi DTKJ yang ditujukan ke Pak Gubernur yaitu ada usulan kenaikan sebesar Rp1.000,” kata Syafrin Liputo, Jumat (9/9/2022).

Kata Syafrin lagi, tarif angkot reguler saat ini Rp5.000. Nantinya, tarif angkot reguler menjadi Rp6.000 sekali naik.

Dia menyebut usulan kenaikan tarif dibahas oleh DTKJ yang di dalamnya terdapat unsur eksekutif, akademisi, operator angkutan umum, kepolisian, hingga LSM yang bergerak di bidang transportasi. Dia mengatakan usulan ini diterapkan usai disahkan melalui Kepgub.

“Mereka sudah melakukan pembahasan dan rapat pleno. Hasilnya, ya itu yang diusulkan, dan akan ditetapkan dengan Kepgub,” jelasnya.
Dia berharap, keputusan menaikkan atau tidak tarif angkot di Jakarta pasca kenaikan harga BBM sudah diputuskan pekan depan.

Sebelumnya, Syafrin menyebut kenaikan BBM tidak mempengaruhi tarif angkutan umum yang terintegrasi di dalam program JakLingko. Sedangkan, tarif angkot yang belum terintegrasi dengan JakLingko sedang dalam pembahasan.

“Untuk tarif layanan angkutan umum yang telah terintegrasi dalam program JakLingko tidak ada kenaikan tarif, baik layanan TransJakarta pada koridor utama maupun layanan non-BRT,” kata Syafrin, Rabu (7/9).

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan membenarkan rencana kenaikan tarif angkot di Jakarta. Kata dia, besaran kenaikan tarif yang tengah digodok berkisar 12,5-17,5%.

Merujuk data dari Organda DKI, saat ini terdapat 4.500 angkot atau mikrolet yang belum terdaftar dalam JakLingko. Sedangkan yang sudah terintegrasi sekitar 2.200 mikrolet dengan nama Mikrotrans.

Seperti diketahui, Sabtu (3/9) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM. Kata Jokowi, subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran.

“Harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” kata Jokowi.

Kini, harga Solar jadi Rp6.800 per liter, Pertalite Rp10.000/liter, dan Pertamax Rp 14.500/liter.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua