Langsung ke konten
News

Dapat Tawaran Menteri, Mahfud MD: Saya Tidak Perlu Nawar

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku mendapat tawaran sebagai salah satu menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf periode 2019-2024. Tawaran tersebut datang dari Presiden Jokowi.

"Saya tadi dipanggil oleh bapak presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri," ungkap Mahfud usai menemui Presiden Jokowi di Komples Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/10).

Mahfud mengaku menerima tawaran tersebut. Mahfud pun menyatakan siap membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap membantu negara," ujar Mahfud.

Pun demikian, Mahfud belum mengetahui dirinya akan ditempatkan di kementerian mana. Menurut Mahfud, Jokowi sudah mengetahui latar belakang dirinya. Sebab itu, sambung Mahfud, Jokowi yang akan menentukannya.

"Saya kira, ya surprised juga tadi presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu. Sehingga saya tidak perlu nawar saya ingin apa, beliau (Presiden)  tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya dimana. Biar presiden saja," ucap dia.

Dalam pertemuan, kata Mahfud, Jokowi menceritakan soal problem Indonesia yang sifatnya makro. Diantaranya ekonomi, politik, sosial. Bersama Jokowi, Mahfud juga mengaku berdiskusi soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Selain itu, sambung Mahfud, Jokowi dan dirinya juga membahas soal pemberantasan korupsi dan deradikalisasi.

"Bapak presiden memperhatikan sungguh-sungguh di bidang penegakan hukum yang pada tahun terakhir ini agak turun. Sehingga kita diminta bekerja keras untuk benar-benar menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan penegakkan hukum itu harus dimotori oleh lembaga eksekutif.Karena lembaga eksekutif itu mempunyai semua perangkat yang diperlukan untuk menegakkan hukum dan itu disediakan oleh negara," kata dia .

"Soal pemberantasan korupsi di berbagai sektor ternyata bapak presiden punya data yang sangat detik dan terukur tentang apa-apa yang jadi masalah. Ada juga persoalan deradikalisasi yang sekarang ini pembelahan yang sifatnya primordial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam supaya disatukan kembali dalam konsep kebersatuan dalam keberagaman atau keberagaman dalam kebersatuan," ditambahkan Mahfud.

Dari pembicaraan itu, Mahfud menduga kemungkinan dirinya akan membantu Jokowi di bidang hukum, politik atau agama. Adapun pelantikan jajaran menteri kabinet, kata Mahfud, rencannya akan digelar pada Rabu (23/10).

"Tidak disebutkan. Kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dg bapak presiden hisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga. Seperti yang selama ini diisukan. Kan saya banyak disebut katanya Menkumham, Jaksa Agung, Menteri Agama, katanya apa lagi. Pokoknya di bidang itu," tandas lelaki yang tampil mengenakan kemeja putih lengan panjang itu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua