News
Dari Lahan Tidur jadi Taman Agrowisata, Warga Rawa Badak Selatan Punya Ruang Belajar Baru
Redaksi
Diperbarui
KabarJakarta.com – Lahan seluas 450 meter persegi yang sebelumnya hanya ditumbuhi rumput liar di sisi timur belakang RPTRA Rasela, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, kini memiliki wajah berbeda.
Di tempat itu, warga tidak hanya menemukan hamparan tanaman hijau. Lahan yang semula terbengkalai tersebut telah disulap menjadi Taman Agrowisata berbasis urban farming yang menggabungkan pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu kawasan.
Perubahannya membuat lahan tersebut kini lebih produktif. Taman itu juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat sekaligus laboratorium bagi kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Dari rumput liar menjadi lahan produktif
Lurah Rawa Badak Selatan Sutarto menjelaskan, pengembangan taman dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya belum memiliki fungsi optimal.
Berbagai tanaman pangan dan hortikultura kini dibudidayakan di kawasan tersebut. Jagung, kangkung, dan pokcoy menjadi beberapa tanaman yang dikembangkan. Metode yang digunakan pun beragam, mulai dari penanaman langsung di tanah hingga hidroponik.
"Kami mengembangkan perikanan dan peternakan, melalui pembibitan ikan, dan budi daya maggot. Serta kami melakukan pemeliharaan ayam dan bebek," ujar Sutarto, Kamis (10/9).
Konsep yang diterapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam atau memelihara hewan. Pengelola juga mencoba menerapkan ekonomi sirkular, sehingga berbagai bahan yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat kembali dimanfaatkan.
Sisa olahan dapur, misalnya, digunakan sebagai pakan maggot dan unggas. Dengan cara tersebut, sampah organik dari aktivitas sehari-hari tidak langsung berakhir di tempat pembuangan, tetapi dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di taman.
"Untuk hasil panen; ada yang dimanfaatkan oleh pengurus, dan sebagian dijual untuk mendukung operasional taman," jelasnya.
Anak-anak belajar dari alam
Kehadiran taman ini juga memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak yang datang ke kawasan RPTRA Rasela.
Jika biasanya ruang publik identik dengan tempat bermain, keberadaan Taman Agrowisata membuat kegiatan anak menjadi lebih beragam. Mereka dapat melihat tanaman tumbuh, mengenal cara bercocok tanam, mengamati ikan dan unggas, hingga mengetahui bagaimana sisa makanan dari dapur bisa diolah kembali.
Bagi Sutarto, pengalaman langsung tersebut menjadi bagian penting dari proses edukasi.
"Anak-anak bisa belajar langsung, tidak hanya dari teori. Mereka bisa melihat prosesnya menanam, memelihara ikan, termasuk mengolah sampah dapur," ungkapnya.
Menariknya, taman tersebut juga telah mendapat perhatian dari luar lingkungan Rawa Badak Selatan. Sejumlah mahasiswa asal Korea Selatan bahkan datang untuk melihat bagaimana konsep urban farming dan pengelolaan lingkungan diterapkan di kawasan permukiman perkotaan.
Hal itu menunjukkan bahwa lahan kecil di tengah kawasan kota pun dapat dikembangkan menjadi ruang pembelajaran dan contoh pengelolaan lingkungan.
Pilihan Lain