Langsung ke konten
News

Densus 88 Ciduk 3 Terduga Teroris di Bekasi

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11). Penangkapan itu mengejutkan warga sekitar.

Ketiga terduga itu adalah Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Ahmad Farid Okbah (AF), anggota Komisi twa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Nazah (AZ), dan Anung Al Hamat (AA) yang berprofesi sebagai dosen.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan penangkapan itu.

“Iya benar ada tiga ditangkap Densus 88,” kata Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi.

Ramadhan menyebutkan ketiga terduga tersebut ditangkap pada dinihari. Ahmad Farid Okbah ditangap usai sholat Subuh di kediamannya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Diketahui, Ahmad Farid Okbah dikenal masyarakat sebagai seorang ustadz yang kerap berdakwah. Dia ditangkap ketika hendak pergi berdakwah ke Cirebon, Jawa Barat.

Sedangkan, Ahmad Zain An-Nazah ditangkap di Perumahan Pondok Melati Indah, Jalan Merapi I RT 02 RW 05 Blok A5, Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi sekitar pukul 04.39 WIB. Dalam kesehariannya Ahmad Zain An-Nazah berprofesi sebagai dosen.

Sementara, Anung Al Hamat ditangkap di Jalan Raya Legok Blok Masjid RT 02 RW 03, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi sekitar pukul 05.49 WIB. Ia juga berprofesi sebagai dosen.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga terduga teroris ini masih diperiksa oleh Densus 88. Keterlibatan mereka dalam kelompok teroris sedang didalami.

Terduga teroris orangnya enggak neko-neko

Penangkapan Anung Al Hamat mengejutkan warga sekitar rumahnya. Ketua RT 02 RW 03 Sidik Rustaman mengatakan, penangkapan terhadap terduga teroris tersebut mengejutkan warga sekitar.

Katanya, dalam kesehariannya Anung Al Hamat dikenal sebagai seorang yang berperilaku baik dan berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu perguruan tinggi.

“Yang saya tahu dia berprofesi sebagai seorang dosen, tapi enggak tahu kampusnya di mana,” kata Sidik.

Dijelaskannya, Anung Al Hamat telah mendiami rumah tersebut selama sembilan tahun. Oleh warga dia ‘dilabeli’ gelar ustadz.

“Kalau pendapat saya tentang Pak Anung orangnya baik, enggak neko-neko. Kalau di sini dia dipanggil warga dengan sebutan ustadz,” terangnya.

Sidik mengaku saat anggota Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap Anung Al Hamat, dirinya diminta mendampingi. “Pak Anung ditangkap sekitar pukul 06.00 WIB,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 10 personel Densus 88 yang terlibat menangkap Anung Al Hamat. Katanya, tidak semua personel Densus 88 memakai seragam. Selain menangkap Anung, Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua