KabarJakarta.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengusulkan daerah di sekitar Jakarta, seperti Depok, disatukan menjadi Jakarta Raya. Dia berpendapat jika Depok masuk wilayah Jakarta Raya maka pembangunannya akan lebih cepat.
“Pembangunan Kota Depok akan berjalan lebih cepat, karena PAD-nya saja sangat jomplang. PAD kita baru Rp1,2 triliun, sedangkan Jakarta ratusan triliun,” kata Idris di Jalan Karya Bakti, Beji, Depok, Jumat (15/7/2022).
Idris mengatakan usulan Jakarta Raya itu terkait dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN). Selain itu, katanya, ide Jakarta Raya pernah ada di era Orde Baru.
“Ini harus diluruskan pemahaman Jakarta Raya, bahwa isu yang saya lontarkan itu terkait dengan penerapan Undang-Undang IKN (Ibu Kota Negara),” paparnya.
“Saya teringat dulu pernah ada beberapa ide sejak zaman Orde Baru. Ide ini sudah ada terakhir kalau enggak salah Pak Sutiyoso dengan pakar pemerintahan daerah Pak Ryaas Rasyid, beliau melontarkan bahwa euforia otonomi ini jangan sampai merugikan negara,” sambungnya.
Menurutnya, persoalan yang ada di Jakarta dan daerah penyangga saling terkait satu dan lainnya. Hal itulah yang menjadi dasar usulan penyatuan Jakarta Raya.
“15 tahun saya berkiprah di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memang persoalan-persoalan yang kita dengar di Jakarta itu, sangat terkait dengan persoalan Bekasi, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Bogor. Khususnya persoalan banjir yang nggak selesai-selesai,” ucap dia.
“Sudah buat Kanal Timur, Kanal Barat atau segala macam. Saya pernah tinggal 7 tahun di Kampung Melayu juga banjir begitu sama juga enggak selesai,” jelasnya melanjutkan.
Dia mengklaim genangan air di wilayah Kota Depok bisa berdampak ke Jakarta. Maka, katanya, perlu perhatian khusus dari pemerintah.
“Kalau Kota Depok sebenarnya nggak ada banjir, Kota Depok adanya genangan air. Nah, genangan air ini ketika tidak disiplin masalah sampah segala macam, buang sampah ke kali dan sebagainya, yang dirugikan adalah Jakarta. Sebuah permasalahan yang harus jadi perhatian kita,” pungkasnya.