KabarJakarta.com - Sejumlah elit Partai Gerindra mendesak agar Menteri Sandiaga Uno didepak dari kepengurusan partai karena menyatakan bersedia dicalonkan sebagai capres 2024.
Seperti diketahui, melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), Jumat (12/8) lalu, Partai Gerindra secara bulat menyalonkan ketua umumnya, Prabowo Subianto, sebagai capres 2024.
Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan siap maju sebagai capres 2024 saat bertemu sejumlah tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Yogyakarta.
Sandiaga bertemu dengan Ketua DPW PPP Yogyakarta Muh yazid dan kader PPP di Kawasan Gedongkuning, Bantul, Yogyakarta, Rabu (31/8).
“Soal dukung mendukung, sosok Mas Sandi ini ideal, smart berkaitan dengan ekonomi, dan sosok yang sholeh,” kata Yazid.
Menanggapi itu, Sandiaga Uno mengatakan dalam pertemuan dengan Ketua DPW PPP Yogyakarta membicarakan tentang masa depan Indonesia, terutama soal bagaimana melanjutkan capaian pembangunan saat ini.
Soal kesiapan dirinya maju dalam bursa capres 2024, Sandi menyatakan siap. Namun, untuk kriterai pasangan, dirinya menyerahkan kepada partai politik yang mengusungnya.
“Siap maju,” ucap Sandiaga Uno yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
Desakan Anies Dipecat dari Gerindra
Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra lainnya, Desmond J Mahendra merespon usulan agar Sandiaga Uno dipecat dari Gerindra karena ingin jadi capres. Desmond lantas mempertanyakan ada atau tidaknya kartu keanggotaan Gerindra pada Sandiaga Uno.
“Pertanyaannya, dia kader Gerindra atau bukan. Kalau dia anggota Gerindta, pasti ada kartu anggotanya. Seperti pernah saya bilang, kartu anggotanya sudah dimakan tikus, berarti bukan lagi kan,” ucap Desmob, Kamis (8/9/2022).
Desmon menyatakan tidak masalah Sandiaga bermanuver ingin maju capres melalui partai lain. Menurut dia, sikap Sandiaga Uno itu memperlihatkan bahwa yang bersangkutan tidak punya tanda keanggotaan Partai Gerindra.
“Enggak ada masalah. Dia bermanuver karena kartu anggotanya sudah dimakan tikus. Jadi dia lupa dia kader Gerindra. Enggak ada bukti bahwa dia anggota Gerindra,” tukasnya.
Kata Desmond, Gerindra akan bersikap tegas kepada Sandiaga jika masih berstatus sebagai kader.
“Kalau masih ada tanda-tanda sebagai kader Gerindra, berarti ya dipecat. Kalau bukan kader, ya mau bagaimana,” ujar Desmond.
Dia lalu menyinggung sikap Sandiaga Uno yang tidak berkomunikasi dengan DPP Gerindra ketika hendak datang ke acara PPP di Yogyakarta. Dia menganggap Sandiaga tak punya lagi kartu tanda anggota Gerindra.
“Enggak ada. Kalau dia berkomunikasi, permisi, saya tidak akan ngomong kartunya dimakan tikus dong,” ucapnya.
Desmond mengaku dirinya tidak memahami status Sandiaga Uno di Gerindra sekarang ini. Dia menyebut Sandiaga datang ke Gerindra hanya untuk kepentingan pribadi.
Sementara itu, politikus Gerindra lainnya, Arief Poyuono menilai Sandiaga Uno telah melakukan pengkhianatan kepada Gerindra karena bersedia maju sebagai capres dari PPP. Dia mengatakan Sandiaga harus dipecat dari Gerindra.
“Pencapres Bapak Prabowo sudah diputuskan dalam Rapimnas, tapi masih ada kader yang mbalelo, kader yang pengkhianat seperti Sandiaga Uno, ingin jadi capres melalui PPP,” kata Airef Pouyono dalam sebuah diskusi, Rabu (7/9).
Bahkan Pouyono menyebut Sandiaga Uno seorang politikus yang tidak punya etika.
“Sudah jelas di Jogja dia sudah deklarasi. Ini Sandiaga bisa kita sebut politisi yang tidak punya etika. Memang harus saya katakan, dia pengkhianat dan pecundang di partai,” ujarnya.
“Setelah dia mencalonkan diri Jogja, PPP menggelar Munaslub di Banten. Ada apa nih?” tanya Pouyono.