Langsung ke konten
News

Diduetkan dengan Puan, Prabowo Bisa Kalah di Pilpres 2024

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang ditemani oleh putrinya yang juga sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI, dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dapat diartikan sebagai upaya memantapkan pencalonan duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024.

Seperti diberitakan sebelumnya, Megawati dan Puan Maharani bertemu dengan Prabowo Subianto di sela acara pelantikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11) lalu.

“Pertemuan tersebut bisa saja bagian dari lobi-lobi memantapkan duet Prabowo-Puan,” kata Ujang, Rabu (24/11/2021).

Namun, kata Ujang melanjutkan, masih terlalu dini dan spekulatif jika duet Prabowo-Puan segera dieksekusi atau dideklarasikan. Sebab, ada sejumlah alasan yang membuat pasangan itu sulit untuk meraih kemenangan pada Pilpres 2024 apabila dicalonkan dari sekarang.

Pertama, papar Ujang, elektabilitas Prabowo Subianto cenderung stagnan atau diam di tempat. Sedangkan elektabilitasnya Puan masih terbilang rendah.

“Kalau dipaksakan keduanya ‘dikawinkan’ sekarang ini maka bisa saja akan mengalami kekalahan,” tuturnya.

Berdasarkan paparannya itu, ia berkesimpulan bahwa tujuan pertemuan ketiga elit politik itu untuk lebih merekatkan hubungan antara dua partai politik saja.

Menurut Ujang, merekatkan hubungan diperlukan menjelang tahun-tahun politik mendatang. Para elit partai disarankan memiliki komunikasi yang baik kepada siapa pun menjelang Pilpres 2024.

Di sisi lain, Ujang menilai skenario Pilpres 2024 masih sulit dibaca. Hal ini karena elektabilitas bakal capres/cawaprs masih di bawah 30 persen.

“Jadi, semuanya masih serba kemungkinan. Mungkin Prabowo-Puan, mungkin juga tidak. Karena akan banyak skenario terkait Pilpres 2024 nanti,” ujarnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua