Difabis Coffee and Tea,
Terowongan Kendal.
Kabar Jakarta.com - Umumnya, masyarakat awam menganggap para difabel adalah orang yang ‘berbeda’ dengan orang normal pada umumnya.
Padahal anggapan tersebut merupakan hal yang keliru. Difabel juga memiliki kesempatan untuk sukses dan bahagia dalam hidup mereka. Intinya memiliki kekurangan atau keterbatas pada diri seseorang, bukanlah hal yang dapat menghalangi seseorang untuk meraih sukses.
Paradigma mengenai difabel tidak bisa sukses harus terus coba dihilangkan, khususnya di Jakarta. Harapan dan kenyataan bahwa para Difabel bisa beraktivitas layaknya orang normal, makin dapat ditemui dalam keseharian warga Jakarta.
Hal tersebut jelas terlihat, di Difabis Coffee and Tea yang berlokasi di Terowongan Kendal, Dukuh Atas, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Sebuah kawasan Transit Oriented Development (TOD) atau pusat pertemuan warga urban untuk melakukan perpindahan moda transportasi lainnya.
Di Cafe ini teman-teman difabel diberdayakan layaknya orang normal agar dapat berkarya serta mandiri dengan berjualan di sebuah kios usai mendapat pelatihan dari lembaga Baznas.
Untuk dapat bertransaksi di Cafe ini, pengunjung harus menggunakan bahasa isyarat Bisindo. Namun, tak perlu bingung atau kuatir dalam penggunaanya, karena tepat di depan cafe terdapat petunjuk tata cara pemesan dengan penggunaan gaya bahasa isyarat yang memudahkan komunikasi pegawai cafe dan pengunjung dalam pemesanan.
Salah satu pendamping para difabel, Adi menerangkan bahwa Difabis Coffee and Tea sudah berdiri sejak satu tahun lalu serta memiliki menu yang bervariasi guna mengikuti perkembangan zaman.
"Kami memberdayakan enam orang difabel terdiri dari lima tunarungu dan satu orang tunadaksa. Alhamdulillah lumayan ramai, tetapi fluktuatif, karena makanan dan minuman bervariasi serta rasanya mengikuti tren masa kini," jelas Adi.
Selain itu, Difabis Coffee and Tea juga mengadakan program penjualan menarik yakni program "coffee dibagi dan kue dibagi" di mana para pembeli bisa saling berbagi dengan membeli 2 coffee atau 2 kue, dan satunya diberikan kepada orang lain.
Pembeli akan mendapat stiker yang bisa ditempel di papan, nantinya orang yang ingin dapat minuman gratis dapat mengambil stiker dan menyerahkan ke kasir untuk memperoleh minuman atau makanan gratisnya, karena sudah dibayar oleh orang lain.
"Harapannya para difabel bisa diterima di masyarakat, jangan memarginalkan para difabel karena mereka sama seperti kita. Kita harus belajar bagaimana menciptakan Jakarta yang ramah difabel," tuturnya.
Difabis Coffee and Tea buka setiap hari, dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 12.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan Minggu dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Tentunya waktu buka dan tutupnya juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang diterapkan di Jakarta.