Langsung ke konten
News

Diprediksikan, Tahun 2025 Jakarta Tenggelam

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Direktur Utama Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya), Arief Nasrudin, menyoroti tingginya penggunaan air tanah yang cukup besar di wilayah DKI Jakarta. Dia menyebut, 90 persen wilayah DKI Jakarta diprediksikan akan tenggelam pada tahun 2050.

“Salah satu hal yang saat ini menjadi tantangan kita bersama, bahwasanya pengambilan air tanah di Provinsi DKI Jakarta memang masih tinggi,” kata Arief di acara konsultasi publik rencana kerja sama pengembangagn SPAM di Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/8/2022).

Katanya lagi, sangat besarnya penggunaan air tanah di Jakarta memunculkan efek ekologi, sehingga mengancam kehidupan di Jakarta.

Dia menyebutkan, 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara diprediksikan akan tenggelam pada tahun 2050. Kembali ia tegaskan, hal itu terjadi lantaran penggunaan air tanah yang tidak segera diselesaikan.

“Ada beberapa isu yang menjadi salah satu tantangan bagi PAM Jaya, di mana penurunan atas muka dari tanah itu, di mana Jakarta yang saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi jika penggunaan air tanah terus berlangsung,” jelas Arief.

“Diprediksikan tahun 2050 sekitar 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara akan tenggelam dikarenakan budaya atau penggunaan air yang tidak segera diselesaikan,” sambungnya.

Arief kemudian menyoroti isu lainnya, yaitu penyediaan air minum yang saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta. Dia berharap PAM Jaya dapat memberikan pasokan air mencapai 100 persen kepada masyarakat.

“Kemudian hal lain yang menjadi isu kami PAM Jaya dari sisi penyediaan air minum yang saat ini cakupannya belum dapat memenuhi dari keinginan masyarakat DKI Jakarta,” ujar Arief.

Arief memastikan PAM Jaya dan Pemprov DKI Jakarta akan menambah air baku agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan target pelayanan 100 persen pada 2030. Penambahan air baku itu melalui Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM).

“Ada beberapa strategi yang akan dilakukan PAM Jaya yang salah satunya pointing kita adalah bagaimana menambah air baku yang bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Jakarta. Kita mengenal dengan istilah SPAM,” terangnya.

Strategi Pemprov DKI Jakarta

Di tempat berbeda, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Pemprov DKI Jakarta Afan Adriansyah mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah mencegah Jakarta tenggelam pada 2050. Kebijakan yang disiapkan Pemprov DKI sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

“Pembangunan tanggul pantai di pesisir Jakarta, kolaborasi dengan Kementerian PUPR. Saat ini telah terbangun tanggul pantai antara lain di Kamal Muara, Muara Baru, Cilincing, dan lain-lain," kata Afan, Selasa (9/8/2022).

Dia menyebutkan, Pemprov DKI melakukan pengendalian ekstraksi air tanah sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah.

“Terkait hal ini telah diterbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 93 Tahun 2021 tentang Zona Bebas Air Tanah,” jelasnya.

Afan juga berbicara soal pemerataan cakupan air minum yang ditargetkan rampung tahun 2030. Dia mengatakan perluasan dilakukan dengan mengurangi non-revenue water (NRW) dan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

“Melalui pengurangan non-revenue water (NRW), pembangunan SPAM Regional maupun SPAM dalam lingkup internal DKI Jakarta, antara lain di Kali Pesanggrahan, Ciliwung, dan lain-lain,” katanya.

Dia menyampaikan, sejauh ini telah dibangun instalasi pengolahan air (IPA) Hutan Kota berkapasitas 500 lps dengan area layanan pada area pesisir sisi barat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua