Langsung ke konten
News

Direktur RS Hermina Samarinda, Meninggal Positif Covid-19

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

Kabar Jakarta.com--Tenaga kesehatan kembali berduka. Direktur RS Hermina Samarinda, Kalimantan Timur, dr Endah Malahayati (55), meninggal akibat Covid-19, di ruang ICU RS Hermina. Pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19 di pemakaman khusus Covid-19 di Samarinda.

Keterangan diperoleh, Endah masuk perawatan isolasi sejak Selasa (25/8). Dia mengantongi 3 hasil pemeriksaan rapid reaktif, IFA positif, dan swab PCR juga dengan hasil terkonfirmasi positif.

Setelah 10 hari menjalani perawatan, Endah mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (3/9) malam, sekira pukul 23.08 WITA. Tim BPBD sebagai bagian Satgas Covid-19 memakamkan jenazah Endah, sekira pukul 03.00 Wita dini hari tadi.

"Statusnya, terkonfirmasi positif Covid-19, disertai Comorbid (penyakit penyerta) Diabetes Melitus," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih, dalam penjelasan Jumat (4/9) pagi.

Ismed menerangkan, meninggalnya Endah, menjadi tenaga kesehatan dokter kedua yang meninggal akibat paparan virus SARS-CoV-2, yang mengakibatkan Covid-19. Sebelumnya, dr Edisyahputra Nasution yang juga mantan Ketua IDI Samarinda, meninggal 27 Agustus 2020 lalu.

Dijelaskan Ismed, Endah diketahui belum lama ini menjabat sebagai Direktur RS Hermina Samarinda. "Baru aja berpindah Direktur dari tanggal 20 Agustus 2020. Pindah dari direktur Hermina Galaxi Bekasi, ke Direktur RS Hermina Samarinda," sebut Ismed.

Tingginya angka kasus Covid-19 di Samarinda, dimana per Kamis (3/9) ada 1.038 kasus, dan 368 diantaranya dalam perawatan, termasuk merenggut nyawa tenaga kesehatan, jadi atensi Dinkes Samarinda.

"Ya, kami akan mencoba memberi masukan tentang beberapa hal termasuk rekomendasi IDI Pusat, terkait perlindungan tenaga kesehatan ini," pungkas Ismed.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua