Langsung ke konten
News

Dishub DKI Akan Relokasi Parkiran Liar di Sekitar Grand Indonesia ke Lahan Milik Warga

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana merelokasi parkir liar di kawasan mal Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, ke kantong parkir yang dikelola warga.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Pelayanan dan Penertiban UP Perparkiran Dishub DKI Jakarta Henu Aji mengungkap bahwa pihaknya berencana bekerja sama dengan pihak pengelola kantong parkir yang dikelola warga RW 004, Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Intinya kami akan dorong kendaraan-kendaraan yang di luar atau di badan jalan supaya masuk ke kantong parkir yang dikelola oleh warga,” kata Henu saat ditemui di kawasan Grand Indonesia, Rabu (7/12) kemarin.

Saat ini, ada empat kantor parkir di kawasan Grand Indonesia yang dikelola warga untuk menampung kendaraan pengunjung maupun pegawai yang bekerja di Grand Indonesia.

Namun menurut Henu, dari empat kantong parkir tersebut, salah satunya hanya dikhususkan untuk pegawai mal Grand Indonesia. Atas dasar tersebut, kata Henu, Dishub DKI akan bekerja sama dengan pihak pengelola parkir agar dapat menampung kendaraan dari masyarakat yang berkunjung ke Grand Indonesia.

“Memang salah satu ini khusus karyawan Grand Indonesia, yang umum belum bisa diakomodir. Nanti kami akan koordinasikan dengan pihak Grand Indonesia dan stakeholder setempat,” tuturnya.

Jika rencana tersebut mendapat kesepakatan dari kedua belah pihak, kata Henu, pihaknya akan menggodok mengenai aturan yang berlaku pada kantong parkir tersebut nantinya.

“Kalau ikuti aturan pemerintah harus mengikuti tarif sesuai aturan yang kemungkinan Rp2.000 per jam dan ada banyak opsi,” ujar Henu.

Diberitakan sebelumnya, tarif parkir liar yang sangat mahal di sekitar Grand Indonesia dikeluhkan oleh masyarakat. Seorang warganet menyebut tarif parkir di salah sekitar Grand Indonesia sebesar Rp10.000 per motor.

"Parkir termahal ya, guys. Rp2.000 belum ada apa-apanya. Ini Rp10.000, guys. Ini di depan GI (Grand Indonesia), parkir Rp10.000. Kaya ini tukang parkir di sini,” ucap seseorang dalam video yang dikutip dari akun TikTok @imagi****nel, dikutip Minggu (4/12).

Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengatakan praktik parkir liar tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Dia mengaku pernah merasakan pengalaman serupa pada awal 2022 ini.

“Masih terjadi. Apalagi setiap akhir pekan pasti ramai. Saya beberapa kali ke sana bawa sepeda motor. Saya dimintai Rp10.000, ditawar Rp5.000 tidak mau,” kata Tigor, Minggu (4/12).

Tigor memperkirakan betapa besarnya pendapatan parkir liar di kawasan sekitar Grand Indonesia. Misalnya saja, kata Tigor, ada sekitar 5.000 sepeda motor setiap hari yang parkir di sana maka pendapatannya bisa mencapai Rp50 juta sehari.

“Maka, totalnya bisa mencapai Rp1,5 miliar sebulan dan Rp18 miliar dalam setahun,” ungkap Tigor.

Menurut Tigor, parkir liar di sekitar mal itu sudah dibiarkan sejak 3-4 tahun terakhir. Bahkan, fenomena parkir itu di kawasan itu sudah terjadi sebelum pandemi COVID-19.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua