KabarJakarta.com — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiagakan ratusan personel untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat rencana aksi penyampaian pendapat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR pada Rabu (28/10). Pengaturan lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat di tengah aktivitas unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengungkapkan, sebanyak 510 petugas disiapkan untuk mendukung pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang berpotensi terdampak kegiatan tersebut.
"150 petugas Dishub dilibatkan dalam mendukung pengaturan dan membantu kelancaran lalu lintas,” ujar Budi, Rabu (28/10).
Pernyataan tersebut menyebutkan 150 petugas yang dilibatkan dalam pengaturan lalu lintas, sementara total personel yang disiagakan mencapai 510 orang. Perincian pembagian tugas seluruh personel belum disampaikan dalam informasi yang tersedia.
Kawasan Monas dan Tugu Tani menjadi perhatian karena berada di pusat aktivitas pemerintahan dan memiliki sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan jalur utama Jakarta. Sementara itu, kawasan Gedung DPR/MPR merupakan salah satu titik kegiatan penyampaian pendapat yang berpotensi memengaruhi perjalanan kendaraan dari arah Cawang, Slipi, Tomang, hingga Blok M.
Kondisi lalu lintas dan antisipasi kepadatan
Pelaksanaan aksi mulai tengah hari membuat pengguna jalan perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Namun, belum tersedia informasi terverifikasi mengenai kondisi lalu lintas terkini di kawasan Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR, termasuk apakah telah terjadi kepadatan, penutupan jalan, atau pengalihan arus sebelum aksi dimulai.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menganggap seluruh ruas jalan di sekitar lokasi pasti ditutup. Perubahan arus lalu lintas perlu mengikuti situasi di lapangan dan arahan petugas berwenang.
Kehadiran personel Dishub diharapkan membantu mengatur pergerakan kendaraan, mengantisipasi penumpukan lalu lintas, serta mengarahkan pengguna jalan ketika diperlukan pengalihan arus. Meski demikian, efektivitas langkah tersebut tetap bergantung pada perkembangan situasi selama kegiatan berlangsung.
Dishub mengimbau masyarakat menghindari ruas jalan yang berdekatan dengan titik aksi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Pengguna jalan juga disarankan menyiapkan rute alternatif sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang melintasi pusat Jakarta atau menuju kawasan Senayan dan Slipi.
Jalur alternatif di kawasan Monas dan Tugu Tani
Bagi pengendara dari arah utara yang melintasi Harmoni menuju Senen, perjalanan dapat dialihkan melalui Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, hingga Jalan Pasar Senen.
Sementara itu, pengguna jalan dari Harmoni menuju Stasiun Gambir dapat melewati Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Taman Pejambon, Jalan Pejambon, dan Jalan Medan Merdeka Timur.
Untuk perjalanan dari Harmoni menuju Kemayoran atau Pulo Gadung, pengendara dapat menggunakan Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Angkasa.
Pengendara dari arah timur yang menuju Pasar Baru dapat melewati Jalan Kramat Kwitang, Jalan Senen Raya, Jalan Dr. Wahidin Raya, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan H. Samanhudi.
Adapun perjalanan dari Senen menuju Harmoni dapat menggunakan Jalan Gunung Sahari, Jalan Budi Utomo, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, dan Jalan Veteran.
Bagi kendaraan dari Tanah Abang menuju Harmoni, jalur alternatif yang disarankan adalah Jalan Jatibaru Raya, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit. Pengendara dari Tomang menuju Senen dapat melewati Jalan Tomang Raya, Jalan Kyai Caringin, Jalan Balikpapan, Jalan Suryopranoto, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, hingga Jalan Pasar Senen.
Sementara itu, perjalanan dari Blok M menuju Harmoni dapat menggunakan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, dan Jalan Suryopranoto.
Rute alternatif di sekitar gedung DPR/MPR
Pengguna jalan dari Cawang menuju Slipi atau Tomang dapat menghindari kawasan Gedung DPR/MPR dengan melewati Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Patal Senayan I, Jalan Permata Hijau, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan S. Parman.
Dari Blok M menuju Slipi atau Tomang, pengendara dapat menggunakan Jalan Kyai Maja, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan S. Parman.
Untuk perjalanan dari Blok M menuju Harmoni, tersedia dua pilihan. Pengendara dapat melewati Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, dan Jalan Suryopranoto.
Pilihan lainnya adalah melalui Jalan Trunojoyo, Jalan Gunawarman, Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Kapten Tendean, Jalan Terusan H.R. Rasuna Said, Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, dan Jalan Suryopranoto.
Adapun kendaraan dari Harmoni menuju Blok M dapat menggunakan Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Veteran, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan S. Parman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pejompongan Raya, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Cut Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Suryo, hingga Jalan Kyai Maja.
Seluruh rute tersebut merupakan alternatif yang perlu disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan. Pengendara tetap harus memperhatikan rambu lalu lintas dan petunjuk petugas, terutama apabila terjadi perubahan pengaturan jalan selama aksi berlangsung.
Transjakarta, MRT, dan LRT tetap beroperasi normal
Di tengah potensi gangguan lalu lintas, Pemprov DKI Jakarta memastikan pelayanan operasional angkutan umum tetap berjalan normal. Layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta tidak dijadwalkan berhenti beroperasi akibat rencana kegiatan penyampaian pendapat tersebut.
Meski demikian, operasional Transjakarta dapat menyesuaikan kondisi di lapangan. Apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas, penyesuaian rute atau layanan dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional.
Kepastian tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang ingin menghindari risiko terjebak kepadatan di sekitar lokasi aksi. Penggunaan transportasi umum dapat menjadi pilihan, meskipun penumpang tetap perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan waktu perjalanan, khususnya pada layanan bus yang melintasi jalan raya.
Dishub juga memberikan perhatian kepada penumpang kereta api jarak jauh yang akan naik atau turun di Stasiun Gambir. Mereka diminta mengantisipasi kemungkinan kepadatan di sekitar stasiun dengan menyesuaikan waktu keberangkatan dan memilih rute yang tidak melintasi titik kegiatan.
Pengguna jalan diminta mengutamakan keselamatan
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat menghindari kawasan Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR jika tidak memiliki keperluan mendesak. Pengguna jalan juga diminta menyesuaikan waktu perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Langkah antisipasi tersebut penting karena dampak aksi terhadap lalu lintas dapat berubah mengikuti jumlah peserta, kondisi jalan, dan kebutuhan pengamanan di sekitar lokasi.
Dengan menyiagakan personel dan menyiapkan jalur alternatif, Dishub berupaya mengurangi gangguan perjalanan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Namun, pengendara tetap perlu memantau informasi resmi mengenai pengaturan lalu lintas dan tidak semata-mata mengandalkan rute yang telah direncanakan sebelumnya.
Bagi masyarakat yang harus melintasi kawasan pusat Jakarta pada Rabu siang, berangkat lebih awal, memeriksa kondisi jalan, dan mempertimbangkan transportasi umum menjadi langkah praktis untuk mengantisipasi perubahan perjalanan.
Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas. Masyarakat diharapkan bekerja sama dengan petugas agar kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih luas.