KabarJakarta.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ditemukannya benda berbentul kristal tajam dalam ginjal anak-anak yang terkena gangguan ginjal akut misterius (Acute Kidney Injury.AKI). Hal ini ditemukan usai para dokter di RSCM Jakarta memeriksa 11 pasien anak-anak yang masih dirawat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, 7 dari 11 pasien ditemukan kristal tajam di dalam ginjalnya. Budi menjelaskan, kristal taham itu terbentuk karena adanya kandungan zat kimia berbahaya, yang diduga berasal dari konsumsi obat sirup yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) mapun Dietilen Glikol (DEG).
“Kalau masuk ke tubuh, kita melakukan metabolisme untuk mengubah senyawa kimia tadi. Kalau masuk ke ginjal menjadi kristal kecil tajam,” kata Budi dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jakarta, Jumat (21/10).
Kristal-kristal tajam itu, lanjut Budi, yang membuat ginjal rusak. “Nah, 7 dari 11 pasien ternyata ada senyawa kimia. Ginjal-ginjalnya rusak karena adanya kalsium oksalat yang ada senyawa kimia. Jadi itu logikanya,” jelasnya.
Kata Budi, penyakit gangguan ginjal akut banyak menyerang anak-anak, umumnya balita. Rinciannya, 26 kasus ditemukan pada bayi di bawah usia 1 tahun, 153 kasus pada anak-anak usia 1-5 tahun, 37 kasus pada anak 6-10 tahun, 25 kasus pada anak usia 11-18 tahun.