KabarJakarta.com--Donald Trump mengancam akan mengambil langkah hukum terkait keputusan beberapa negara bagian yang masih menerima surat suara melalui pos 3 hari setelah pemungutan suara utama pilpres Amerika Serikat pada 3 November.
Penghitungan suara beberapa hari pasca-pemungutan di beberapa negara bagian penting, termasuk Pennsylvania, akan dihentikan karena rawan kecurangan.
"Kecurangan seperti yang belum pernah Anda lihat bisa terjadi," kata Trump, dikutip dari Associated Press, Selasa (3/11/2020).
Penasihat Trump menuduh kubu Partai Demokrat untuk berusaha melanggar tenggat waktu di negara bagian untuk menerima dan menghitung surat suara.
Sementara itu di hari terakhir kampanye pilpres, Trump menghadiri lima acara mulai dari North Carolina hingga Wisconsin.
Dia membeberkan pencapaian selama pemerintahannya, yakni pemulihan ekonomi AS di tengah pandemi Covid-19 serta pengangkatan Hakim Agung Amy Coney Barrett baru-baru ini.
Pada kesempatan itu Trump juga mengeluh merasa diperlakukan tidak adil oleh pemilihan dengan sistem Electoral College serta terkait konflik dengan China.