Langsung ke konten
News

Dor! 2 Pengedar Sabu Ambruk Ditembus Timah Panas, Dikendalikan dari Malaysia

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Dua pengedar sabu yang ambruk diterjang timah panas polisi di Jalan Puspitek Raya, Serpong, Tangerang Selatan, diketahui dikendalikan oleh seorang bandar besar di Malaysia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, kedua pengedar itu itu masing-masing berinisial HM dan UA.

“Mereka mendapatkan suplai narkoba dari warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia. Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap UA, salah satu tersangka yang diamankan dan masih hidup,” kata Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

“Dari keterangan dari UA, narkoba itu dikirim dari China,” tambahnya menjelaskan.

Kata Zulpan lagi, penyidik saat ini masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan pengedar narkoba lintas negara dan tengah mengejar WNI penyuplai narkoba yang berada di Malaysia itu.

Dari dua pengedar tersebut, polisi mengamankan barang bukti di antaranya 1 unit mobil, sabu seberat 4 Kg terbungkus kemasan teh, ponsel dan sejumlah kartu ATM.

Endra Zulpan menyatakan, pengedar yang masih hidup telah ditetapkan sebagai tersangka, dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, subside Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancamannya pidana mati, pidana seumur hidup, atau paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” terangnya.

Kronologis penangkapan

Penangkapan terhadap dua pengedar narkoba terjadi pada Selasa (4/1) di Jalan Puspitek Raya, Serpong, Tangerang Selatan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa menceritakan, kedua pengedar tersebut terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

“Pelaku dua orang, satu tersangka inisialnya HM meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Satu lagi, UA, terluka di kakinya akibat ditembak,” kata Mukti.

Ia lanjut bercerita, pengungkapan kasus ini bermula ketika penyidik medapatkan informasi akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Tangerang Selatan. Penyidik kemudian membuntuti kedua pengedar itu hinggan ke kawasan Serpong.

Mengetahui dirinya dibuntuti polisi, kedua HM dan UA berusaha melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi, sampai pada akhirnya polisi berhasil melumpuhkan kedua pengedar itu dengan tembakan.

“Terjadi aksi kejar-kejaran dari perempatan Viktor,” ujarnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua