Langsung ke konten
News

Dukung Anies Jadi Capres, Eks Tangan Kanannya Ahok Keluar dari PSI

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Demi mendukung pencalonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024, Sunny Tawidjaja melepaskan posisinya sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sikapnya ini karena berbeda dengan partai yang dirinya ikut mendirikan itu.

Dengan tegas, Sunny menyatakan bahwa dirinya ingin membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dia secara jujur bicara ingin bantu Pak Anies,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Kamis (30/6/2022).

Grace mengatakan, Sunny sangat sadar dan mengerti konsekuensi berbeda jalan dengan PSI. Dengan tegas Grace menyebutkan, PSI tidak akan mendukung Anies di Pilpres 2024. PSI juga mengambil sikap berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan saat ini.

“Ya konsekuensi dari berbeda jalan politik seperti itu. Beliau mengajukan pengunduran diri sebagai Sekretaris Dewan Pembina,” ungkapnya.

“Beliau juga sadar posisinya sulit,” tambah Grace Natalie.

Meski begitu, lanjut Grace, status Sunny masih kader PSI, tapi nonaktif dan tidak terlibat dalam segala keputusan PSI.

“Sunny adalah salah satu pendiri PSI, statusnya sebagai pendiri tentu tidak bisa diubah. Sekitar setahun terakhir dia menjadi anggota PSI nonaktif dan sama sekali tidak terlibat dalam operasional PSI,” jelasnya.

Sebagai informasi, Sunny Tanuwidjaja pernah bekerja sebagai staf Gubernur DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia ikut Ahok sejak tahun 2010.

Ahok sempat menjelaskan tentang sosok Sunny Tanuwidjaja yang menempuh pendidikan di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua