KabarJakarta.com - Setelah lima tahun menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Michael Victor Sianipar mengundurkan diri. Disebut-sebut, dia mengundurkan diri karena akan mendukung pencapresan eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Dukungan dirinya akan mendukung capres dari Partai Nasdem tersebut dikaitkan dengan kehadiran Anies Baswedan pada acara Youth 20 (Y20) yang diselenggarakan Michael pada Februari 2022 lalu.
Saat ditanya, apakah akan mendukung Anies? Michael mengaku akan mendukung capres yang memiliki tiket Pilpres 2024.
“Yang saya dukung adalah capres yang punya tiket. Kalau sekarang kan belum pada punya tiket,” kata Michael Sianipar, Selasa (6/12/2022).
Dia mengaku saat ini masih fokus pada pengunduran dirinya dari PSI. “Saya fokus satu-satu dulu nih. Pengunduran diri dulu. Tunggu saja, masih Panjang,” ujarnya.
“Meski sudah kasih tahu teman-teman PSI Jakarta, tapi saya mau pastiin saja. Misalnya, pekerjaan rumahnya apa saja, supaya pengganti berikutnya, supaya tim bisa langsung beresin semua,” sambung Michael.
Grace Natalie Jadi Plt Ketua DPW PSI DKI
Pengunduran diri Michael Victor Sianipar direspon cepat PSI dengan menunjuk Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie sebagai Pelaksana tugas (Plt).
“Sebagai pengganti, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Sis Grace Natalie, akan menjabat sebagai Plt Ketua DPW PSI DKI Jakarta,” kata Sekjen DPP PSI Dea Tunggaesti.
Kata Dea lagi, DPP PSI sudah menerima sudah pengunduran diri Michael Victor Sianipar sebagai Ketua DPW PSI DKI Jakarta pada Senin (5/12) kemarin.
PSI, lanjut Dea, mengucapkan terima kasih kepada Michael atas kontribusi selama memimpin PSI Jakarta. Dia berharap jalinan persahabatan antara Victor dan kader PSI terus berlanjut.
“Meski tidak lagi berada bersama di PSI, kita akan tetap berkawan. Persahabatan akan terus berlanjut. Kawan tetap akan menjadi kawan. Dalam politik atau organisasi manapun, orang bisa datang dan pergi. PSI sampai saat ini konsisten melawan korupsi, melawan intoleransi, dan menolak mendukung kekuatan politik atau kandidat yang menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan,” tegas Dea.
“Kami sejak dulu hingga hari ini konsisten dengan garis perjuangan itu,” pungkasnya menambahkan.