KabarJakarta.com - Mantan bintang porno, Maria Ozawa alias Miyabi memutuskan batal datang ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta, untuk menghadiri acara gala dinner bersama penggemarnya.
Miyabi rencananya akan menggelar gala dinner di salah satu hotel di Jakarta, namun batal karena mendapatkan banyak penolakan dari masyarakat.
Miyabi sempat mengunggah flyer acara gala dinner. Namun, flyver itu dihapus. Gala dinner Miyabi rencananya akan digelar 5 Juni 2022 untuk 50 penggemar. Bagi mereka yang ingin ikut harus membayar Rp15 juta per orang.
Pengamat hukum dan politik Mujahid 212 Damai Hari Lubis menduga kedatangan Miyabi ke Jakarta sebagai jebakan yang ditujukan kepada Anies.
“Mungkin isu Miyabi datang menghibur warga Jakarta bertujuan politis, jatuhkan nama baik Anies di pengunjung kinerjanya,” kata Damai Hari, Selasa (17/5).
Menurut dia, Anies idealnya tidak memberikan izin penyelenggaraan ini, karena bisa jadi acara hiburan yang akan hadirkan public figure nonpolitik bisa jadi jebakan Batman buat Anies.
“Apalagi Anies disebut-sebut sebagai bakal capres 2024,” tuturnya.
Damai mengklaim, banyak warga Jakarta dan sekitarnya menolak kehadiran Miyabi. Menurutnya hal itu dapat mengganggu kondisi keamanan di Jakarta. Karena itu, dia meminta panitia acara membatalkan acara yang mengundang Miyabi di Jakarta.
“Sebaiknya panitia penyelenggara batalkan acara yang tidak bermanfaat ini, justru cenderung mudarat. Idealnya Anies bersikap tegas seperti selama ini, panggil pihak penyelenggara, sampaikan tertulis larangan terhadap acara Miyabi tersebut,” tegas dia.
Pemprov DKI Belum Menerima Pengajuan
Dinas Pariwisata Ekonomi dan Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menyatakan belum menerima permohonan acara yang menghadirkan atau melibatkan Miyabi di Jakarta.
Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Disparekraf DKI Jakarta Iffan mengatakan, kalaupun Miyabi tetap mengajukan permohonan acara, pihaknya akan tetap mengevaluasi permohonan tersebut.
“Terkait kedatangan Miyabi, kami pada prinsipnya ada tim Komite Penilaian Hiburan Artis Daerah (KPHAD). Komite ini terdiri dari kejaksaan, biro hukum, satpol, itu yang akan menilai layak atau tidaknya seorang artis melakukan kegiatan di Jakarta. Kami akan menilai, termasuk alasan, kesesuaian dan semuanya. Jadi kami belum bisa menilai, karena belum ada apapun yang masuk ke kami permohonan itu,” terangnya.
Respons Wagub DKI Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat menyikapi segala permasalahan secara bijak.
“Saya kira ini kan negara yang demokrasi, reformasi, dan terbuka, semua itu diserahkan kepada masyarakat menyikapinya, ya, namun yang penting apa pun mari kita sikapi secara baik, secara bijak,” kata Riza, Rabu (18/5/2022).
Riza memandang setiap orang boleh menyampaikan aspirasi serta pandangannya di negara demokrasi. Meski begitu, dia mengimbau masyarakat tidak saling menyalahkan antarsesama.
“Jadi tidak boleh kita saling menyalahkan satu sama lain. Mari kita saling membantu juga dan mari kita beri contoh yang baik,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif meminta agar Pemprov DKI menolak acara gala dinner Miyabi. Dia menilai kegiatan itu mengundang kontroversi.
“Saya dalam posisi tidak menolak (tujuan investasi). Cuma, kalau menimbulkan kontroversi, lebih baik jangan. Saya dalam posisi mengatakan jangan, ya menolak,” ucap Syarif.
Jika Pemprov tetap memberi lampu hijau di tengah kontroversi, ia khawatir waktu Pemprov DKI akan terbuang banyak waktunya hanya untuk memberikan klarifikasi ke warga.
“Ya apalagi belum ada izin masuk, lebih baik dipertimbangkan lagi karena kontroversinya. Enggak produktif, jadinya ngurusin mengklarifikasi-klarifikasi,” ucapnya.
Miyabi Batal Datang ke Jakarta
Manager Executive Repezen Nada Entertainment Michael Prawira memberikan penjelasan batalnya gala dinner Miyabi di Jakarta. Paniti menyebut pihak hotel tak menyanggupi usai picu pertentangan.
“Kita cancel, pertimbangannya adalah pertama pihak hotel memang tidak menyanggupi karena banyak respons yang kurang baik dari beberapa kalangan. Setelah kita pertimbangkan juga memang kurang baik untuk saat ini,” kata Michael.
Pengamat hukum dan politik Mujahid 212 Damai Hari Lubis berpendapat, dengan batalnya Miyabi datang ke Jakarta maka Anies lolos dari jebakan politik.
“Pastinya Anies lolos dari oknum yang punya ‘agenda politis’ atau faktor tidak sengaja dari pihak penyelenggara atau Event Organizer (EO) yang pure bisnis, sehingga tidak menyadari bisnis mereka dapat berdampak politik namun negatif, dapat menjauhkan Anies daripada para pendukungnya agar terus di-support untuk kelak dapat dinobatkan menjadi bakal capres 2024,” pungkasnya.