KabarJakarta.com - Survei terbaru Charta Politika mengungkapkan sebagian responden tidak akan memilih PDIP jika partai tersebut tidak mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai capres di Pilpres 2024.
Responden tersebut merupakan mereka yang berencana memilih PDIP dan Ganjar pada Pemilu 2024.
Dari 200 responden yang mengaku hendak memilih PDIP dan Ganjar, sebanyak 31,0% urung memberikan suara ke partai banteng moncong putih tersebut jika tidak mengusung Ganjar di Pilpres 2024.
Sementara, 54,5% responden mengaku akan tetap memilih PDIP jika partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut tidak menyalonkan Ganjar sebagai capres. Sisanya, 14,5% responden tidak menjawab.
Merujuk data ini, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, PDIP berpotensi mengalami penurunan suara jika tak mengusung Ganjar jadi capres.
“Simulasi kita kalau dihitung PDIP punya potensi penurunan sekitar 5-7% dari angka yang sudah mereka miliki,” kata Yunarto dikutip dari tayangan YouTube Charta Politika Indonesia, Rabu (30/11/2022).
Survei juga menanyakan, apakah responden akan tetap memilih Ganjar jika Gubernur Jawa Tengah itu maju sebagai capres tetapi bukan dari PDIP. Hasilnya, 87,5% responden mengaku akan tetap memilih Ganjar. Lalu, 5,0% responden menyatakan tidak akan memilih. Sementara, responden yang tidak tahu atau tidak menjawab jumlahnya 7,5%.
“Ini cenderung daya rusaknya lebih kecil,” ujar Yunarto.
Berdasarkan temuan ini, Yunarto menyimpulkan, kerugian yang lebih besar akan dialami oleh PDIP jika tak mengusung Ganjar, ketimbang sosok Ganjar sendiri. “Yang mengalami kerugian lebih besar adalah PDIP. Ini di luar sikap Ganjar sendiri, dia akan mengambil keputusan apa dan sikap PDIP sendiri akan seperti apa,” kata dia.
Survei yang sama juga bertanya kepada 398 responden yang khusus memilih Ganjar. Pertanyaannya, jika sosok yang mereka dukung tak dicalonkan PDIP, partai mana yang sebaiknya mengusung Ganjar. Hasilnya, sebanyak 22,9% responden menyatakan Partai Golkar paling cocok mengusung politisi PDIP itu.
Lalu, secara berturut-turut ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 19,1%, Partai Gerindra (12,8%), dan Partai Nasdem (7,8%).
Ada juga yang menjawab Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 3,5%, PAN (2,5%), PSI (2,0%), Partai Perindo (1,5%), dan PKS (0,8%). Sisanya, sebanyak 27,1% responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Dalam survei ini, Ganjar Pranowo menjuarai tingkat elektabilitas kandidat capres dengan angka elektoral 32,6%. Namanya unggul dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang elektabilitasnya 23,1%, juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengantongi elektabilitas 22,0%.
Sementara, dalam survei partai politik, PDIP masih memimpin di urutan teratas dengan tingkat elektoral 21,7%. Menyusul Partai Gerindra dengan elektabilitas 14,5%, dan Partai Golkar dengan 9,8%.
Survei Charta Politika ini diselenggarakan pada 4-12 November 2022. Survei menggunakan metode wawancara tatap muka. Dengan metode multistage random sampling, survei melibatkan 1.220 responden. Sementara, margin of error survei sebesar 2,83%.