KabarJakarta.com -- Sudah banyak warga Jakarta yang meninggalkan ibu kota untuk merayakan Hari Raya Natal dan pergantian tahun baru. Hal ini terlihat dari berbagai data penumpang moda trasportasi mulai dari kereta api hingga pesawat udara.
Berdasarkan catatan Jasa Marga, sebanyak 938.141 angkutan darat meninggalkan Jabodetabek periode 17-22 Desember 2021.
Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas dari empat gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol (GT) Cikupa arah Merak, GT Ciawi arah Puncak, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama arah Trans Jawa dan Bandung.
Total volume lalu lintas meninggalkan Jabodetabek naik 7,8 persen dibandingkan lalu lintas ormal periode November 2021 yang totalnya berjumlah 870.371.
Begitu juga dengan angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Menurut Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani mengatakan, armada bus AKAP yang beroperasi sudah mencapai 65-80 persen tergantung rute yang dilalui.
“Tujuan paling banyak dari Jakarta ke Jawa Tengah, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo,” ungkap Kurnia, Jumat (24/12/2021).
Kenaikan juga dialami moda transportasi kereta api. Secara nasional mengalami peningkatan pada periode 17-22 Desember 2021 sebanyak 675.410 pelanggan. Terdiri dari 327.183 pelanggan kereta api jarak jauh dan 348.227 pelanggan kereta api lokal.
“Total volume pelanggan itu mengalami peningkatan 26 persen disbanding dengan periode yang sama bulan November 2021 yakni sebanyak 538.092 pelanggan,” ugkap VP Public Relations PT KAI Joni Martinus, Jumat (24/12/2021).
Namun, jelas Joni Martinus, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, volume pelanggan kereta api mengalami penurunan sebesar 69 persen, yaitu saat itu mencapai 1.721.894 pelanggan.
Sementara itu, di dua stasiun besar di Jakarta, yakni Gambir dan Pasar Senen, jumlah pelanggan yang menggunakan kereta api sudah mencapai 5.000 orang dengan jumlah kereta api yang beroperasi sebanyak 29 unit, dan 6.000 penumpang dengan layanan 21 unit.
Jumlah penumpang pesawat naik
Senior Manager Branc Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi mengatakan, belum terjadi lonjakan yang signifikan untuk jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Ia membeberkan, pada akhir pekan lalu, jumlah penumpang baru mencapai 100.000 orang untuk perjalanan domestik-internasional datang dan pergi.
Pada Kamis (23/12) kemarin, berdasarkan data rencana penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 90.000 penumpang.
Meski begitu, Holik mengakui, capaian itu di atas rata-rata penumpang pada bulan Desember yang berada di kisaran 80.000 sampai dengan 85.000 penumpang setiap harinya, baik domestik maupun internasional.