Langsung ke konten
News

Formula E Jakarta Usai, PDIP Masih Serang Anies

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Formula E Jakarta 2022 telah usai digelar. Event berkelas dunia tersebut Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Menanggapi itu, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilber Simanjuntak menilai kehadiran Presiden Jokowi hanya normatife saja.

“Saya melihatnya hal itu normatif saja, wajar. Karena akan jadi pertanyaan dan dipelintir pihak yang bertentangan apabila tidak hadir. Kunjungan tersebut adalah kunjungan kepada negara, tapi tidak pernah pihak Istana menyatakan mendukung,” kata Gilbert akhir pekan lalu.

Justru dia melihat banyak pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait perhelatan balapan mobil listrik tersebut. Dan, Jokowi tidak ingin dikut disalahkan jika ada masalah terkait Formula E.

“Beranya pelanggaran aturan yang dilakukan oleh Gubernur (Anies Baswedan) perihal perhelatan ini. Terlebih bila tidak sukses, tentu Presiden tidak ingin disalahkan juga. Sebelumnya, mereka mengklaim bahwa Presiden sejak awal mendukung kegiatan, yang lalu dibantak oleh pihak Istana melalui Faldo Maldini,” ujarnya.

Gilbert juga menyinggung terkait penyerahan piala dilakukan oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, langkah itu hanya sebagai penghormatan karena Jokowi telah hadir di acara Formula E.

“Sebenarnya aneh saat Presiden menyerahkan piala. Ini mungkin pertama kali di dunia presiden negara yang menyerahkan trofi balapan. Saya kira hanya penghormatan buat Presiden karena sudah hadir. Ini kan sejak awal levelnya provinsi, tapi ingin dibuat seakan-akan level pusat,” tukasnya.

“Sayangnya, merugi luar biasa dan menggunakan APBD. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menegur, tapi sudah terlanjur keluar Rp560 miliar dari APBD dan sisanya Rp190 miliar bangun trek juga dari BUMD yang notabene juga itu harusnya pemasukan APBD,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut acara Formula E tersebut lebih kental muatan politis daripada olahraga.

“Ini event olahraga, namun spirit olahraganya sudah hilang, justru yg mengental aroma politisnya. Hal ini jadi pembicaraan di publik. Lebih banyak perdebatan politiknya dibandingkan dengan esensi olahraganya, karena ajang balapan Formula E itu dibawa ke Jakarta, sudah sangat terlihat muatan politisnya,” ucapnya.

Dia juga menyebut kehadiran Jokowi di acara itu hanya sebatas undangan VVIP. “Kehadiran Presiden Jokowi dalam ajang balap mobil listrik itu saya pikir hanya sebagai undangan VVIP,” imbuhnya.

Pernyataan Presiden Jokowi

Usai menyerahkan piala kepada pemenang balapan Formula E, Mitch Evans, Presiden Jokowi mengatakan bersyukur event Formula E berjalan lancar. Katanya, Formula E merupakan ajang balapan masa depan.

“Menjadi sebuah tontonan yang ke depan menurut saya akan semakin digemari. Dan ini juga bagus untuk negara kita karena kita ingin membangun ekosistem baterai listrik mulai dari nickel raw material, smelter, industri lithium battery, kemudian mobil listriknya,” ujar Jokowi.

“Saya kira ini teknologi yang dipertontonkan di Formula E akan mendukung ke arah sana. Semua akan menuju ke ramah lingkungan,” lanjut Jokowi.

Jokowi juga menepis pemerintah pusat tidak mendukung Formula E. Dia menjelaskan dukungan itu diberikan lewat kemudahan perizinan hingga proses di Bea dan Cukai.

“Saya kira mulai dari pembangunan sirkuitnya, saya juga turun untuk melihat persiapan,” kata Jokowi.

“Kemudian juga semua yang berkaitan dengan barang-barang masuk, Bea Cukai, kemudian Kementerian Keuangan, Kemenparekraf juga, izin semua dikeluarkan. Itu bentuk dukungan,” sambungnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua