Langsung ke konten
News

Ganjar Capres, KIB Merapat ke PDIP

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Sikap sejumlah elit PDIP terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melunak. Mereka menyebut pernyataan Ganjar yang “siap nyapres” tidak melanggar disiplin organisasi.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Aditya Perdana menilai sikap Ganjar yang sudah berani blak-blakan merupakan kode. Meskipun hal ini harus diperjelas dengan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang merupakan pemilik kewenangan tertinggi di PDIP.

“Pernyataan Pak Ganjar itu menurut saya sudah kelihatan arahnya, meski itu harus diperjelas dengan keputusan Ibu Mega sebagai Ketua Umum PDIP,” kata Aditya, kemarin.

Melunaknya sikap para elit PDIP sekaligus ingin menunjukkan kepada publik bahwa apa yang sedang dilakukan Ganjar menjadi pertimbangan.

“PDIP juga mempertimbangkan hasil-hasil berbagai lembaga survei yang menempatkan Pak Ganjar selalu di nomor satu,” tuturnya.

Aditya menilai Ganjar sangat elegan, meski menyatakan kesiapannya maju sebagai capres, dia tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal itu sejalan dengan pendapat Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Pernyataan Pak Ganjar itu ingin menegaskan bahwa jangan meniadakan dirinya yang merupakan bagian dari PDIP. Jadi mau tidak mau ya harus tunduk dan patuh dengan keputusan partai,” ujar Aditya.

KIB Akan Bergabung dengan PDIP

Aditya menyebutkan, jika PDIP menyalonkan Ganjar Pranowo sebagai capres maka berpotensi menarik partai-partai lain ikut bergabung, terkhusus Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Dugaan saya seperti itu, KIB akan bersama dengan PDIP. Karena KIB memperhitungkan Pak Ganjar. Apalagi mereka belum menyebutkan siapa capres dan cawapresnya yang akan diusung. Ditambah lagi, PDIP pernah menyatakan tidak ingin sendirian,” ucap Aditya.

“Itu juga merupakan sinyal untuk mengatakan bahwa PDIP terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun, meski PDIP akan punya preferensi dengan parpol mana akan berkoalisi,” lanjutnya.

Ganjar Pranowo Siap Nyapres

Dalam sebuah wawacanara di stasiun TV swasta, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan dirinya siap nyapres jika diusung pada Pilpres 2024.

“Untuk bangsa dan negara ini apa sih yang kita tidak siap,” kata Ganjar, Selasa (18/10).

Untuk diketahui, selain PDIP, sejumlah partai politik sudah memasukkan Ganjar sebagai salah satu kandidat capres 2024, di antaranya PPP, PAN, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menanggapi pernyataan Ganjar, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berpendapat itu hanya dalam konteks pengandaian.

“Konteks ucapan Pak Ganjar itu kalau ditugaskan, kalau ya,” kata Hasto, Rabu (19/10).

Dia pun menilai pernyataan Ganjar itu cukup jelas dan tidak ada yang dilanggar. “Kalau saya lihat dari pernyataan Pak Ganjar jelas sekali. Kalau untuk bangsa dan negara, ya semuanya harus siap,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan politisi PDIP lainnya, Komarudin Watubuh. Dia menilai pernyataan Ganjar itu tidak melanggar disiplin organisasi. “Menurut kami tidak ada yang dilanggar, tidak ada pelanggaran disiplin organisasi,” tegas Komarudin.

Justru, katanya, pernyataan Ganjar sudah tepat. Dia melihat, Ganjar masih menyadari posisinya sebagai kader partai dan menyerahkan sepenuhnya ke partai terkait wacana pencapresan dirinya.

“Kalau kita menyimak dengan cermat, maka tidak ada pelanggaran organisasi. Kecuali Mas Ganjar mengumumkan pencalonannya, itu sudah bisa disebut pelanggaran disiplin organisasi,” pungas Komarudin.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua