Langsung ke konten
News

Ganjar Pranowo Jadi “Tahanan Kota”, Salah Dia Apa?

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Berhembus kabar, PDIP melarang salah satu kadernya yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berpergian ke luar dari daerahnya. Alasannya apa?

Pekan kemarin, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP memerintahkan kepada seluruh kadernya agar bergerak ke bawah untuk membumi dengan rakyat. Hal ini juga ditujukan kepada Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di mana keduanya disebut-sebut bakal diusung sebagai capres di Pilpres 2024.

“Seluruh kader partai berdasarkan keputusan Rakernas kedua, struktur partai, eksekutif partai, legislatif, kemudian anggota partai wajib bergerak ke bawah. Semua ya, Mbak Puan, Pak Ganjar, Bu Risma, Pak Djarot, Pak Yasona Laoly, Pak Utut, semua bergerak ke bawah. Dan di dalam bergerak ke bawah itu panduannya sudah kelas, yaitu ideologi Pancasila platform partai dan membumi di tengah rakyat,” kata Hasto Kristiyanto di Kantor Sekretariat PDIP DKI Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Dia juga menjawab pertanyaan terkait isu Puan Maharani menghubungi Prabowo Subianto untuk mencalonkan diri sebagai presiden 2024. Kata Hasto, setiap kader PDI Perjuangan saat ini tengah menjalankan tugas-tugasnya, termasuk Puan Maharani, yang juga menjabat Ketua DPR RI.

“Mbak Puan sebagai Ketua DPR RI tentu saja juga sering berhubungan dengan ketua umum partai dengan pimpinan fraksi yang ada di DPR, bahkan juga ke luar negeri karena itu bagian dari tugas beliau sebagai Ketua DPR RI,” ucap Hasto.

“Teman-teman semua mekanisme partai kan sangat jelas. Semua kader partai paham bahwa berkaitan capres/cawapres itu adalah kewenangan ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dan beliau melakukan evaluasi, kajian, berdialog dengan tokoh berkontemplasi,” lanjutnya.

Dia mengatakan, seluruh kader yang dipilih harus taat terhadap mekanisme tersebut. Menurutnya, arahan Megawati yang pada akhirnya membentuk banyak pemimpin dari PDIP.

“Jadi semua taat kepada mekanisme itu. Ibu Risma misalnya, dulu kepala dinas, akhirnya menjadi Menteri, Pak Djarot dulu dosen akhirnya jadi Gubernur DKI Jakarta dan sekarang anggota DPR RI. Itu melalui mekanisme yang sama, jadi kenapa sekarang kita bertanya,” ujar Hasto.

“Justru berbagai mekanisme yang sudah ada itu sudah di-approve sudah terbukti mampu menghasilkan banyak pemimpin dan itu lahir dari rahim kepemimpinan Ibu Megawati,” pungkasnya.

Ganjar Bantah Dilarang ke Luar Daerah

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menepis kabar yang menyebutkan dirinya dilarang keluar daerah oleh PDIP. Ganjar memastikan kabar itu tidak benar.

“Enggak dilarang keluar daerah,” kata Ganjar dikutip ketika Ganjar menghadiri Perayaan Hari Anak Nasional 2022 di Kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2021).

Ganjar mengatakan jika memang dirinya pergi ke luar Jawa Tengah hanya sebatas koordinasi. Dia pun mengaku selalu minta izin jika hendak ke luar daerah.

“Untuk berkoordinasi saja, karena pasti saya akan ditugaskan konsentrasi mengurus Jawa Tengah,” jelas Ganjar.

Dia pun memastikan akan menghormati aturan yang telah ditetapkan PDIP.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga membantah bahwa partainya melarang Ganjar berpergian ke luar daerah. Dia pun bergurau menanggapinya.

“Tidak benar itu. Seperti zaman Belanda saja dipingit,” ucap Hasto berseloroh.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua