KabarJakarta.com -- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan forum ulama-habaib 'Ahli Sunnah Waljamaah' diwarnai perdebatan antara Fraksi PDIP dengan Fraksi PKS. Kedua fraksi tersebut berdebat soal pembelaan terhadap Rizieq Shihab.
Perdebatan itu terjadi antara Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PKS PKS Aboe Bakar Al Habsyi dengan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan dan Johan Budi SP.
Perdebatan berawal ketika Aboe Bakar Al Habsyi mengklaim bahwa PKS sangat mengerti akan persoalan yang menimpa Rizieq Shihab.
Meski mengerti, lanjut Aboe Bakar, PKS tidak memiliki suara lebih banyak, sehingga tidak bisa berbuat banyak. Dia kemudian menyinggung PDIP yang memiliki suara lebih banyak daripada PKS.
“Kalau saja PKS kursinya bisa seperti PDIP, suaranya berbeda. Saya hanya menyampaikan saja, tapi suara kami 50. Kita bisa ngomong apa? Ya Pak Johan Budi ya?” ucap Aboe Bakar Al Habsy.
Mendengar namanya disebut, Johan Budi menanggapinya dengan mempersilakan Aboe Bakar menyampaikan apa pun di rapat ini. "Saya kira Habib (Aboe Bakar Al Habsy) bisa ngomong apa saja. Ngomong aja, enggak apa-apa," ujar Johan Budi.
Namun Aboe Bakar tetap berkeyakinan bahwa pendapatnya bisa lebih didengar jika PKS memiliki suara lebih banyak di DPR. "Iya, kita (PKS) bisa ambil keputusan dan lebih gagah kalau suaranya seperti PDIP," timpalnya.
Di tengah perdebatan itu, anggota Komisi III Fraksi PDIP lainnya, Arteria Dahlan, ikut nimbrung berdebat. Ia mempertanyakan maksud dari perkataan Aboe Bakar yang menyebut partainya.
“Kalau PKS suaranya lebih besar dari PDIP katanya bisa buat sesuatunya beda seperti yang sekarang. Maksudnya apa ini?" tanya Arteria Dahlan. Aboe Bakar menimpalinya. "Oh iya pasti bisa,” ucapnya.
Arteria lantas menegaskan PDIP juga memperjuangkan Habib Rizieq dan kiai lainnya.
“Maksudnya apa yang kurang? Yang kita perjuangkan kepada para kiai dan Rizieq Shihab sudah kita perjuangkan,” tegas Arteria Dahlan.
Lalu, Aboe Bakar menimpali kembali. "Alhamdulillah ternyata keluar juga pernyataan yang saya maksud," ujar Aboe Bakar.
Pimpinan sidang, Pangeran Khairul Saleh, menengahi perdebatan itu. Dia meminta Arteria memberi Aboe Bakar kesempatan bicara. "Biarkan Pak Aboe Bakar bicara dulu. Silakan dilanjutkan," kata Pangeran Khairul.
Aboe Bakar kemudian menyampaikan harapan agar tuntutan Ahli Sunnah Waljamaah ditindaklanjuti. Dia berharap apa yang disampaikan Arteria soal dukungan ke Rizieq Shihab juga direalisasikan.