Langsung ke konten
News

Gara-gara Tawuran di Terowongan Manggarai, DPRD DKI Minta Camat Tebet Dicopot

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Ketua Fraksi Partai Golkar Fraksi DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyatakan prihatin dengan tawuran yang berulang kali terjadi di underpass (kolong) Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Dia meminta pihak kepolisian hingga Wali Kota Jaksel melakukan tindakan tegas.

“Kita prihatin dengan aksi tawuran yang berulang kali terjadi di underpass Manggarai. Bapak-bapak dari kepolisian enggak bisa mencegah dan mengawasi, heran juga kenapa ya?” kata Basri Baco, Selasa (20/9).

Katanya, akibat tawuran tersebut banyak masyarakat yang dirugikan. Tidak hanya kepolisian, dia meminta semua pihak terkait seperti Lurah, Camat, dan Wali Kota memberikan perhatian khusus permasalahan ini.

Dia juga meminta, remaja yang terlibat tawuran diberikan pembinaan. Jika perlu, kata dia, pelaku tawuran diberikan sanksi tegas supaya ada efek jera.

“Minta tolong kepada seluruh pihak yang berkepentingan, berikan pembinaan. Kalau tidak bisa, beri efek jera. Semua pihak yang terlibat seharusnya dikenakan sanksi juga,” tegas Basri.

Dia pun menyarankan Wali Kota Jaksel seharusnya memberikan peringatan kepada Camat Tebet mengenai insiden tawuran yang kerap kali terjadi di underpass Manggarai.

“Pak Wali Kota seharusnya memberikan ultimatum Camat Tebet. Kalau enggak bisa menyelesaikan dalam waktu dekat, geser saja,” tukasnya.

“Perlu ada ketegasan, keseriusan dari pihak berkepentingan. Bapak-bapak kepolisian, Camat, Lurah, dan Wali Kota, kalau enggak salah itu kan dua pihak, masuknya Jaksel dan Jakpus,” tambah Basri Baco.

Tawuran di Underpass Manggarai

Tawuran antar warga kembali terjadi di under pass Manggarai, Tebet, Jaksel, Minggu (18/9) malam. Ini adalah tawuran ketiga di bulan September 2022.

Lurah Manggarai Muhammad Arafat Dinsirat mengatakan tawuran tersebut merupakan kelanjutan dari peristiwa sebelumnya.

“Masih terkait masalah tawuran yang minggu lalu,” kata Arafat, Senin (19/9).

Dia mengaku telah melakukan rapat dengan kepolisian hingga tokoh masyarakat menyikapi tawuran di underpass Manggarai tersebut. Arafat menyebut polisi akan menindak tegas pelaku tawuran.

“Kepolisian akan terus berkomunikasi dengan pihak Pemda dalam hal ini Camat, Lurah, dan juga pengurus lingkungan, serta tokoh masyarakat untuk mencegah terjadinya kembali tawuran,” jelasnya.

Arafat mengatakan, rapat tersebut dihadiri oleh Lurah, Camat Tebet, Wakapolres Metro Jakarta Selatan, Danramil Tebet, Kapolsek Tebet, hingga tokoh masyarakat. Katanya, semua pihak yang hadir dalam rapat sepakat akan meningkatkan patroli di Manggarai.

“Patroli polisi akan ditingkatkan di wilayah Kelurahan Manggarai oleh Polres dan Polsek. Polres Metro Jaksel membuat ikrar bersama warga sebagai bukti kesepakatan semua pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya tawuran kembali,” imbuhnya.

Selain itu, Kecamatan Tebet dan polisi akan membuat spanduk imbauan pencegahan tawurang yang dipasang di titik-titik rawan. Polisi, lanjut Arafat, juga akan melakukan penyisiran di daerah-daerah rawan tawuran.

“Polisi akan melakukan tindakan sweeping di pemukiman yang sering terjadi tawuran. Jajaran tiga pilar akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan CCTV di sekitar lokasi tawuran,” pungkas Arafat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua