KabarJakarta.com - Setelah dua tahun tidak merayakan perayaan Natal secara besar-besaran akibat pandemi COVID-19, Gereja Tiberias Indonesia mengadakan perayaan Natal di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/12/2022). Seluruh rangkaian ibadah yang dilaksanakan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan (prokes) yang berlaku dan mengacu kepada peraturan pemerintah.
Pdt. Darniaty Pariadji selaku Pendiri dan Gembala Sidang Gereja Tiberias Indonesia mengatakan, dalam perayaan Natal tahun ini, pihaknya mengambil tema dari surat Yohanes 1:12 yaitu “Semua yang menerima-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah”.
Katanya, melalui mendiang Bapak Gembala Sidang Pdt. DR. Yesaya Pariadji, Tuhan pernah berbicara kepada beliau dan memerintahkan Pariadji rayakan Natal secara besar-besaran untuk menyambut kedatangan Raja di atas segala raja Tuhan (Yesus Kristus) di mana berita Injil harus diberitakan sesuai firman-Nya.
Berdasarkan itu, lanjut Pdt. Darniaty, Gereja Tiberias diperintahkan agar merayakan Natal secara besar-besaran.
Pdt. Darniaty pun menyampaikan bahwa Gereja Tiberias diajar Tuhan untuk menyambut kelahiran Juru Selamat (Natal) dan kedatangan Anak Manusia yang kedua kali (second coming), dengan ribuan domba jantan (Perjamuan Kudus) dan puluhan ribu curahan minyak (Minyak Urapan).
Lebih lanjut, mengenai pesan Tuhan kepada mendiang Pdt. DR. Yesaya Pariadji, kata dia, pesan Tuhan tersebut diberikan langsung kepada Pak Pariadji pada suatu hari di dalam perjalanan pulang dari daerah Solo Selatan.
“Pak Pariadji saat itu sedang berpikir, daripada biaya untuk merayakan Natal sangat besar, lebih baik untuk membangun gereja di daerah-daerah dan merayakan Natal di desa-desa. Maka pada saat beliau sedang berpikir dan merencanakan sesuatu, Tuhan mengetahuinya sehingga menegur dan memerintahkan beliau untuk merayakan Natal secara besar-besaran,” tuturnya.
Perayaan Natal Tiberias di tahun ini terasa sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya bagi seluruh keluarga besar GTI Tiberias, hal ini dikarenakan Gembala Sidang Pdt. DR. Yesaya Pariadji telah meninggal dunia di bulan Mei 2022 lalu.
Hal ini pun yang membuat Pdt. Darniaty untuk terus meneruskan perintah Tuhan kepada Pdt. Pariadji dalam menjalankan amanat yang sudah diberikan Tuhan, dengan tetap mengadakan Natal seperti yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
Perayaan Natal yang setiap tahunnya dihadiri kurang lebih 200.000 jemaat dari seluruh penjuru area Jabodetabek dan luar kota, Ketua Humas dan Sekretaris Umum Gereja Tiberias Indonesia Pdt. Dr. Gideon Simanjuntak, S.H, M.Th mengatakan, atas anugerah Tuhan yang begitu besar, Gereja Tiberias Indonesia kembali dapat merayakan perayaan Natal secara besar-besaran, setelah sempat vakum selama 2 tahun akibat virus COVID-19 yang melanda seluruh dunia di momen Natal yang penuh sukacita.
Dia pun menegaskan, seluruh jemaat akan diberkati oleh pemberitaan pesan Natal dan Firman Tuhan serta Perjamuan Kudus yang dipimpin langsung oleh Gembala Sidang GTI Tiberias Ibu Pdt. Darniaty Pariadji yang juga akan secara langsung memimpin dalam syahdunya momen penyalaan lilin natal serta malam kudus.
Menyinggung soal prokes yang diterapkan dalam acara perayaan Natal Tiberias 2022, Pdt. Gideon menerangkan bahwa mereka telah membentuk Pamdal Satgas COVID yang tersebar di seluruh area luar dan dalam Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta.
Kebutuhan protokol kesehatan seperti scan barcode PeduliLindungi, tempat cuci tangan, cek suhu badan dan hand sanitizer juga disiapkan di seluruh area pintu masuk stadion utama.
Mengenai langkah pengamanan selama acara, Gideon menyebutkan bahwa tim dari TNI dan Polri bekerja sama dengan tim keamanan internal gereja untuk bersama-sama menjaga keamanan.
Kemeriahan perayaan Natal Tiberias 2022 juga dimeriahkan oleh konser penyembahan Natal bersama dengan Boanerges Worship (tim pujian dan penyembahan kepemudaan Gereja Tiberias Indonesia), Orkestra, 7000 Choir dan Tiberias Singers.
“Mari menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali dengan kuasa Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan dan mari terus hidup dalam pertobatan. Sesuai dengan amanat agung dari Tuhan Yesus yang diterima oleh mendiang Bapak Gembala, mari kita sebagai manusia harus hidup dengan suci pikiran, suci perkataan, suci perbuatan, semuanya itu untuk mempersiapkan kita dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali,” tutup Pdt. Darniaty Pariadji.