KabarJakarta.com - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa Gerindra sebenarnya sudah diingatkan sejak dulu bahwa Anies Baswedan berpotensi menjadi kompetitornya Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
“Dulu ketika Pak Prabowo akan memberikan persetujuan Anies Baswedan menjadi cagub DKI Jakarta 2017, banyak yang mengingatkan bahwa Anies nantinya akan berpotensi menjadi capres menyaingi Pak Prabowo,” kata Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Namun, saat itu Gerindra memilih untuk tidak ambil pusing perihal potensi Anies menjadi capres. Dia menyebut, Gerindra hanya fokus menjadikan Anies sebagai cagub DKI Jakarta pada 2017.
“Karena yang diperlukan Jakarta ketika itu adalah penataan yang lebih baik dan kita merasa harus mencari figur yang bisa menata sesuai kebutuhan Jakarta,” kata dia.
Untuk itu, Gerindra saat itu tetap menerima pandangan yang dilayangkan kepada mereka mengenai sosok Anies. Lanjut Muzani, demi kepentingan dan kemaslahatan Jakarta, Gerindra menyampingkan kepentingan politik.
“Hal yang sama kami lakukan ketika mengusung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012. Kira-kira seperti itu,” ucapnya.
Muzani menegaskan bahwa Gerindra mementingkan kemasalahatan dan kepentingan umum di atas segalanya. Dia pun mengutip pesan Prabowo yang ditujukan kepada kader, yakni mereka tidak boleh mengharapkan sesuatu dari kebaikan yang sudah diberikan.
“Lupakan terhadap semua kebaikan yang sudah kita berikan kepada masyarakat, kepada rakyat, dan kepada bangsa. Karena sudah terlalu besar bangsa dan rakyat kita memberi kebaikan kepada kita. Biar Allah SWT yang akan membalas kebaikan kita. Itu pesan Pak Prabowo,” pungkas Ahmad Muzani.