Langsung ke konten
News

Gerindra Optimis Prabowo Capres yang Disukai Kaum Milenial

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarMakassar.com -- Partai Gerindra bertekad kembali mengusung ketua umumnya yakni Prabowo Subianto di ajang Pilpres tahun 2024 mendatang. Alasannya, Prabowo merupakan capres yang paling disukai pemilih pemula dan kaum milenial. 

Hal itu dikatakan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. Menurutnya, Prabowo akan melanjutkan beberapa program Joko Widodo (Jokowi).

"Hasil survei menunjukkan di antara banyak calon presiden, Prabowo Subianto adalah sosok yang banyak digandrungi dan dipilih oleh kaum milenial sebagai capres favoritnya" kata Ahmad Kamis (28/10)

"Tidak mungkin para pemilih pemula, pemuda, kaum milenial memilih Prabowo kalau bukan karena visi, misi, dan perjuangannya selama ini. Dan itu menunjukkan bahwa kita sudah tepat menginginkan beliau maju pada Pilpres 2024 mendatang" lanjutnya

Ia pun mengingatkan agar seluruh elemen partai tidak melakukan tindakan yang merugikan Partai Gerindra, apalagi hingga mengganggu pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres.

Selain itu, ia meminta seluruh elemen partai untuk lebih berperan aktif meyakinkan para pemilih millenial dan kaum muda lainnya untuk memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

"Turun ke lapangan, temui para petani, buruh, nelayan, pedagang kaki lima, orang-orang di kampung, rakyat miskin kota dan temui-temui saudara kita di daerah pinggiran lainnya. Yakinkan anak-anak muda kaum milenial untuk memilih dan memenangkan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024," ujar Muzani.

Wakil Ketua MPR RI ini kemudian berbicara soal keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo harus dilanjutkan. Ini sebagai suatu komitmen agar pembangunan bisa berjalan atas dasar keberlanjutan sehingga program pembangunan di pemerintahan berikutnya bisa lebih terarah dan lebih maksimal.

"Hal lain yang ingin kita jaga adalah keberlangsungan pembangunan harus berlanjut. Jalan tol yang sudah dibangun oleh pemerintah Jokowi di Sumatera, Kalimantan dan di Jawa termasuk pembangunan jembatan, pelabuhan, dan bandara itu maksudnya untuk mempercepat arus orang, barang, jasa dan modal," ujarnya.

Begitu juga dengan akses layanan digital harus semakin mudah diakses. Semua itu harus dilanjutkan sebagai suatu ikhtiar pembangunan yang berkelanjutan.

"Untuk apa? supaya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat lebih baik lagi. Inilah maksud dari kekuasaan yang hendak raih," jelas Ahmad Muzani.

Lanjutnya, persatuan dan kesatuan bangsa juga harus dijaga. Pergantian kepemimpinan jangan sampai membuat stabilitas nasional terganggu. Estafet kepemimpinan harus dijalankan dengan ketentuan ketatanegaraan.

"Kebinekaan juga harus tetap dirawat sebagai sebuah keniscayaan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tugas pemimpin mendatang harus tetap menjaga kebinekaan itu. Dengan demikian, Indonesia dulu, kini, dan mendatang menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan yang satu," jelas Muzani.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua