KabarJakarta.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menanggapi pandangan para komunikolog yang menyarankan agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih cocok menjadi king maker daripada ikut bertarung di Pilpres 2024.
Kata Habiburokhman, justrru Partai Gerindra memiliki keyakinan yang berbeda, yaitu Pilpres 2024 merupakan momentum yang tepat untuk Prabowo maju dan memenangi Pilpres 2024.
Dia mengibaratkan kontestasi Pilpres seperti bermain sepak bola. Menurutnya, yang lebih memahami permainan adalah pemain dan pelatih, bukan pengamat.
“Ibarat main sepak bola, yang paling paham pastilah praktisi sepak bola, yaitu para pemain dan pelatih, bukan pengamat,” sindirnya.
Ia menyatakan, Gerindra memiliki refrensi lebih lengkap ketimbang pengamat. Katanya, politikus terjun langsung di tengah-tengah masyarakat, tidak seperti pengamat.
“Referensi kami sebagai politikus pasti lebih lengkap dari para pengamat karena kami ada dan terjun langsung di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.
Habiburokhman menyebut kinerja Prabowo di pemerintahan mendapat tingkat kepuasan cukup tinggi dari masyarakat. Menurutnya, hal itu beriringan dengan ekspektasi masyarakat untuk dipimpin Prabowo sebagai presiden di periode selanjutnya.
“Kami tahu betul betapa tingginya tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Hal tersebut paralel dengan ekspektasi masyarakat untuk dipimpin Pak Prabowo sebagai Presiden 2024,” Kata Habiburokhman.
“Kalau 2014 dan 2019 Pak Prabowo selalu dibenturkan dengan pengalaman memimpin di kancah nasional, sekarang hal tersebut sudah sirna seiring dengan maksimalnya kinerja beliau sebagai Menhan,” lanjut dia.
Habiburokhman menyebut Prabowo merupakan sosok pemimpin pemersatu bangsa. Baginya, Prabowo bisa diterima di semua elemen. “Kalau ada yang bilang kita butuh pemimpin pemersatu bangsa, saya pikir ya Pak Prabowo orangnya. Beliau bisa diterima di semua elemen politik,” ujarnya.
Pendapat Komunikolog
Asosiasi Komunikolog Profesional berbicara tentang kans Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Kalangan akademisi itu menilai Prabowo cocok menjadi king maker.
“Prabowo itu memang cocoknya menjadi king maker saja. Sebagai king maker, beliau sudah sangat sukses. Jokowi bisa jadi presiden tidak lepas dari tangan dinginnya, ikut mengusung Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta. Demikian juga, sebentar lagi Anies Baswedan berpotensi jadi presiden. Ini juga tak lepas dari tangan dingin Prabowo mengusungnya jadi Gubernur DKI Jakarta juga,” kata komunikolog dari Universitas Negeri Jember, Mohammad Iqbal, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/6).
Sementara itu, komunikolog Salemba School, Effendi Gazali, menyampaikan soal perhitungan tren kemenangan Prabowo secara matematis.
“Berapa persen angka diperoleh Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019? Tentu itu angka berdua, dan ada juga angka masing-masing. Tapi kenapa sekarang menjadi turun? Kemungkinan terbesar karena dianggap meninggalkan konstituen, walau tentu bisa juga ada kemungkinan tambahan peminat. Tapi secara objektif, memang trennya turun,” kata Effendi.
Effendi melanjutkan memang masih ada waktu dan berbagai upaya untuk menaikkan daya tarik semua kandidat, termasuk Prabowo. “Namun koalisi yang digagas juga harusnya menambah peluang, bukan membuat peluang makin kecil,” sarannya.
Lebih lanjut, komunikolog Universitas Hasanuddin, Hasrullah, mendorong Prabowo dapat mempertimbangkan calon dari kawasan Indonesia Timur apabila berperan sebagai king maker.
“Ketika berperan sebagai king maker, semoga Prabowo mempertimbangkan calon dari kawasan Indonesia timur. Itu sudah merupakan captive market untuk mendapatkan pemilih,” ujarnya.