KabarJakarta.com - Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Syarief Hidayatullah menilai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali merupakan sosok yang layak menggantikan Anies Baswedan sebagai Pejabat (Pj) Gubernur DKI 2022-2024.
Selain karena kepangkatannya yang dinilai memenuhi syarat, Marullah pun memiliki track record positif selama memimpin di Jakarta Selatan dan menjalankan tugasnya sebagai Sekda DKI.
“Pak Sekda juga merupakan sosok yang bersih, taat pada pimpinan dan memahami Jakarta secara menyeluruh,” kata Syarief, Jumat (12/5/2022).
Dia mengaku memiliki pengalaman berkolaborasi dengan Marullah. Syarief menilai Marullah piawai dalam mengatasi persoalan warga Jakarta.
Komunikasi yang dibangun Marullah dengan lintas agama dan etnis pun tergolong elegan. “Jadi tidak heran, karena sentuhan beliau Jaksel mengalami berbagai kemajuan dalam segala hal,” ujarnya.
Untuk urusan kinerja, Syarief pun meyakini Marullah tergolong pribadi yang bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Sehingga, akan menjadi persoalan mudah untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menjalankan pembangunan di Jakarta.
“Optimisme terhadap keterpilihan Marullah sangat besar untuk menjadi Pj Gubernur DKI. Karena Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Presiden akan memutuskan Pj Gubernur DKI sesuai dengan aturan yang ada. Meski hal itu merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat,” katanya.
Lanjutnya, dukungan yang diberikan GPMI pada Marullah bukan kali pertama. Hal yang sama pernah dilakukan saat Marullah menjabat Wali Kota dan ketika akan ditempatkan sebagai Sekda DKI Jakarta.
“Dengan kedudukannya sebagai Sekda, tentu Marullah akan dengan mudah menjalankan program kerja yang sudah dijalankan oleh Gubernur DKI sebelumnya. Tentunya akan sangat afdol, jika ditambah dengan kolaborasi dengan pemerintah pusat,” tuturnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan kriteria Penjabat (Pj) Gubernur yang nantinya akan ditempatkan di DKI Jakarta untuk menggantikan tugas Gubernur Anies Baswedan Oktober 2022.
“Dia harus seorang pejabat pimpinan tinggi madya, jadi dia eselon satu,” kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (12/5).
Tito mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang dalam tahap menerima masukan untuk kandidat calon Pj Gubernur DKI Jakarta.