Langsung ke konten
News

Hadapi Musim Penghujan, Pemprov DKI Siapkan 1.262 Barak Pengungsian

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian untuk menghadapi musim hujan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menuturkan nantinya lokasi pengungsian itu dapat menampung sekitar 105.000 orang.

 

"Menyiapkan 1.262 lokasi pengungsian dengan daya tampung 105.804 jiwa. Lokasi pengungsian ini memiliki sarana dan prasarana pendukung, seperti tenda pengungsi, dapur umum, logistik, dan lain sebagainya," kata Riza, Jumat (29/10).

 

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Ibu Kota, Pemprov DKI melakukan program revitalisasi waduk serta pompa secara berkala, serta memasang alat pengukur curah hujan di 267 kelurahan.

 

"Kami lakukan adalah revitalisasi waduk dan pompa program Gerebek Lumpur di lima wilayah kota administrasi pembangunan sumur resapan drainase vertikal, memasang alat ukur curah hujan di seluruh yakni 267 kelurahan sehingga kita tahu persis kalau musim hujan seperti apa," terangnya.

 

Terpenting juga, ucap Ahmad Riza Patria, peran aktif dari masyarakat untuk melaporkan jika terdapat genangan maupun banjir di wilayahnya. Pelaporan, sebutnya, bisa dilakukan melalui aplikasi JAKI maupun call center Jakarta Siaga di nomor 112.

 

"Optimalisasi JAKI sebagai kanal pelaporan masyarakat portal mengenai banjir dan media informasi banjir penyampaian informasi peringatan dini bencana melalui SMS blast yang bekerja sama dengan Kominfo," ucapnya.

 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menginstruksikan jajarannya siap menghadapi ancaman di musim hujan. Anies menargetkan dua hal dalam menangani hujan ekstrem tahun ini.

 

"Target operasi kita adalah, satu, tidak ada korban jiwa, dan kedua adalah target untuk bisa surut permukaan air genangan 6 jam sesudah hujan selesai atau 6 jam setelah permukaan air surut kembali ke posisi normal," kata Anies, Rabu (13/10/2021).

 

Anies menjelaskan ada tiga ancaman musim hujan yang akan dihadapi oleh Ibu Kota. Di antaranya banjir rob di wilayah utara Jakarta, pertemuan 13 aliran sungai di wilayah Selatan Jakarta, dan hujan ekstrem di dalam kota.

 

"Tiga front ini akan kita hadapi dengan tiga prinsip yaitu, yang pertama Siaga, kedua Tanggap, dan ketiga Galang. Harapannya, ini akan bisa menggerakkan seluruh unsur masyarakat," ujar Anies.

 

Anies menjelaskan daya tampung drainase di jalan utama Ibu Kota maksimal 100 milimeter per hari dan di kawasan perkampungan sebesar 50 milimeter per hari.

 

Dia mencontohkan fenomena banjir pada 2020 dan Februari 2021 yang curah hujannya melebihi daya tampung drainase di Jakarta.

 

"Ketika curah hujan di atas kapasitas drainase kita, bila drainase kita adalah maksimal 100 milimeter per hari, dan curah hujan seperti di bulan Januari 2020 saat itu 377 millimeter per hari, 3,7 kali lipat lebih tinggi dari kapasitas kita, pasti banjir, karena drainase kita tidak sanggup untuk alirkan," ujarnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua