KabarJakarta.com -- Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan pihaknya berencana akan memanggil Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Jakarta untuk mempertanyakan soal kenaikan harga bahan pangan di Ibu Kota yang cukup tinggi.
Kata Aziz lagi, panggilan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan.
“Akan kami segera panggil DKPKP untuk menginformasikan kepada kami langkah-langkah yang mereka ambil untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan,” ucap Abdul Aziz, Selasa (4/1/2022).
Kapan waktunya, Aziz belum dapat menyebutkan secara pasti. Tapi ia memastikan akan sesegera mungkin pada pekan ini.
“Mungkin Rabu atau Kamis. Sedang kami sesuaikan waktunya, agar tidak bertabrakan dengan rapat-rapat lainnya, seperti rapat paripurna,” terang Aziz.
Yana, seorang pedagang mie rebus di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengeluhkan kenaikan beberapa bahan pangagn.
Ia mencontohkan harga telur yang melambung membuat dirinya harus menaikkan harga seporsi mie rebus.
“Dari sebelumnya Rp10.000, sekarang saya jual dengan harga Rp12.000. Harga telur saja sekarang sekilo Rp32.000, padahal sebelumnya Rp20.000,” ungkap Yana.
Dikutip dari informasi pangan Jakarta, rata-rata harga komoditas pangan, khususnya telur per 3 Januari 2022 masih di atas Rp30.000 per Kg.
Berikut harga sejumlah komoditas pangan di DKI Jakarta:
- Telur ayam ras Rp30021 per Kg
- Ayam broiler Rp39.159 per ekor
- Bawang putih Rp30.170 per Kg
- Bawang merah Rp31.893 per Kg
- Cabai rawit hijau Rp58.191 per Kg
- Cabai rawit merah Rp97.340 per Kg
- Cabe merah besar Rp48.000 per Kg
- Cabe merah keriting Rp45.382 per Kg
- Minyak goreng curah Rp19.715 per Kg.