KabarJakarta.com - Mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa, menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya. Hotman ditunjuk Teddy Minahasa untuk mendampinginya menggantikan Henry Yosodiningrat.
“Teddy Minahasa ganti kuasa hukum jadi Hotman Paris,” kata Hotman Paris, Minggu (23/10/2022).
Usai ditunjuk untuk mendampingi Teddy Minahasa, Hotman akan mempelajari kasus yang menjerat jenderal bintang dua tersebut.
“Akan saya pelajari dulu,” ujarnya.
Hotman mengaku sebenarnya sudah diminta menjadi kuasa hukum Teddy Minahasa sejak awal. Namun, karena alasan kesibukannya di Bali, dia sempat menolak.
“Dari awal sudah diminta, tapi lagi sibuk bisnis di Bali. Dari paling awal sudah diminta,” ungkap Hotman.
Hotman menyatakan surat kuasa terhadap dirinya akan resmi ditandatangi Irjen Teddy Minahasa pada Senin (24/10/2022). “Surat kuasa diberikan secara resmi kepada saya Senin besok,” ungkap Hotman.
Untuk diketahui, polisi telah menetapkan Irjen Teddy Minahasa sebagai tersangka kasus narkoba. Teddy membantah tuduhan dirinya sebagai pengedar narkoba.
Pengacara Teddy Minahasa sebelumnya, Henry Yosodiningrat mengatakan, Teddy tahu soal penyisinah 1% dari total 41,14% barang bukti Polres Bukit Tinggi. Namun, Teddy mengklaim penyisihan barang bukti itu untuk keperluan operasi narkoba dengan teknik undercover control delivery. Dia menyebut, penyisihan barang bukti itu hendak digunakan untuk menjebak Linda.
“Penggunaan disisihkannya barang bukti itu untuk teknik undercover, untuk operasi-operasi selanjutnya, bukan untuk dijual. Nah, ini kenapa dijual? Kaitannya dengan upaya untuk menjebak si Linda,” kata Henry Yosodiningrat, Selasa (18/10).
Menurut Henry, AKBP Doddy Prawiranegara, yang saat itu menjabat Kapolres Bukit Tinggi, tidak menjalankan operasi undercover sesuai prosedur dan perintah Teddy Minahasa sebagai Kapolda Sumatera Barat saat itu.
AKBP Doddy Prawiranegara disebutnya diam-diam bertransaksi dan menjual barang bukti itu di Jakarta. “Ternyata, tanpa sepengetahuan dirinya (Teddy Minahasa), Kapolres itu (AKBP Doddy Prawiranegara) menjualnya ke Jakarta,” pungkas Henry.