Langsung ke konten
News

Indonesia Terancam Kekurangan Tempat Karantina Covid-19

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Indonesia terancam akan mengalami kekurangan tempat karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri. Setiap harinya, 3.000 pelaku perjalanan dari luar negeri datang ke Indonesia.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COvid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, kedatangan ribuan pelaku perjalanan dari luar negeri tersebut merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk menambah kapasitas karantina.

“Karena masa karantina yang panjang yang kita terapkan, tentunya akan berimbas pada kebutuhan fasilitas yang lebih banyak, karena perputaran kamar menjadi lebih lambat,” kata Sonny dalam diskusi bertajuk ‘Heboh Omicron’ Sabtu (18/12/2021).

Sonny mengungkapkan, hingga saat ini kapasitas karantina di Indonesia masih memadai untuk pelaku perjalanan internasional. Meski begitu, penambahan kapasitas akan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kedatangan ribuan pelaku perjalanan internasional.

Lebih lanjut, Sonny mengatakan, pemerintah tidak bisa menutup total pintu masuk kedatangan dari luar negeri hingga saat ini, salah satu alasanya yaitu banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali ke Tanah Air, dan mengalami peningkatan pada akhir tahun.

Ia pun mengimbau agar WNI yang berada di luar negeri untuk menunda kembali ke Indonesia mengingatkan ketersediaan fasilitas karantina.

“Pemerintah mengimbau, sebaiknya WNI yang ada di luar negeri untuk menunda pulang, karena bagaimana pun mereka harus menjalani karantina kalau pulang ke Tanah Air,” ujarnya.

“Ini dilakukan untuk meminimalisir risiko, apalagi kalau mereka pulangnya hanya sebentar,” ucap Sonny menambahkan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua