KabarJakarta.com -- Niat RC, 15 tahun, yang hendak bermain Playstation (PS) bersama teman-temannya usai pulang sekolah berakhir tragis. Ia tewas dibacok oleh sekelompok berandal. Nyawa pelajar kelas 3 SMP ini melayang usai kepalanya dibacok.
Tante korban, Asaroh, 51 tahun, mengatakan, sehabis pulang sekolah, keponakannya meminta uang kepada orang tuanya untuk bermain PS bersama teman-temannya pada Rabu (5/1/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat berada di jalan, RC bersama lima orang temannya yang mengendarai sepeda motor menepi di dekat Taman Kencana, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun tiba-tiba sekelompok remaja menyerang meeka secara membabi-buta.
Saat itu, RC dan teman-temannya berusaha kabur menyelamatkan diri dengan cara masuk ke Taman Kencan. Apes, RC tidak berhasil kabur, dan kepalanya dibacok dengan senjata tajam hingga terluka parah. Sementara teman-temannya berhasil menyelamatkan diri.
“Yang lolos itu temannya yang pakai motor boncengan berdua, sedangkan keponakan saya satu motor boncengan tiga orang, jadi enggak bisa ngebut,” kata Asaroh
Nyawa RC, kata Asaroh, sempat berusaha diselamatkan dengan dilarikan ke Rumah Sakit Cengkareng, namun di perjalanan korban meninggal dunia.
“Temannya bilang, Fi kuat ya, dijawab keponakn saya, iya kuat,” ucapnya menirukan perkataan korban.
Bagi Asaroh, RC merupakan sosok remaja yang baik, tidak pernah ikut tawuran. “Almarhum anak baik. Makanya begitu kejadian, kami sekeluarga shok, enggak nyangka” ujarnya.
Kapolsek Cengkareng, Kompol Endah Pusparini mengatakan RC dan teman-temannya menjadi korban salah sasaran.
Katanya, di waktu dan tempat yang sama para pelaku. Saat itu para pelaku memang janjian ingin tawuran, dan begitu melihat korban dengan teman-temannya tanpa bertanya lagi langsung menyerangnya.
“Para pelaku salah sasaran. Korban dan teman-temannya berada di waktu dan tempat yang salah ketika rombongan pelaku datang,” jelas Kompol Endah.
Dalam kasus ini Endah menyebutkan pihaknya sudah memeriksa 9 orang, terdiri dari 3 orang dari pihak korban dan 6 orang dari pihak pelaku.
“Diketahui, korban dan teman-temannya merupakan warga Cengkareng, sedangkan pelaku berasal dari wilayah Kalideres,” ungkapnya.