Langsung ke konten
News

Ini Perbedaan Video Editan Pidato Anies yang Diunggah Abu Janda dengan Aslinya

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Pegiat media sosial (medsos) Permadi Arya alias Abu Janda mengunggah video editan pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang ACT. Video tersebut sangat bertolak belakang dengan aslinya.

Dalam video yang diunggah Abu Janda, Anies seolah-olah bicara bahwa kerja-kerja ACT hanya demi keuntungan semata.

Dalam video editan tersebut, Anies mengatakan bahwa ACT telah menciptakan suatu sistem di mana mereka yang kekurangan memberikan kepada mereka yang punya, dan yang membutuhkan memberikan kepada yang berlebih.

“Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik dan ini adalah salah satu contoh inovasi profit, tapi Insya Allah this is always for benefit,” demikian yang diucapkan Anies di video unggahan Abu Janda.

Pernyataan Anies di video yang diunggah Abu Janda ternyata berbeda jauh dari video aslinya. Diketahui, Abu Janda mengunggah video Anies yang sudah diedit dari video asli yang ditayangkan akun YouTube ACT 2 pada Mei 2020.

Adapun pernyataan utuh Anies di video asli yaitu:

“Bahwa ACT langsung bertindak cepat, langsung bertindak tanggap, menciptakan suatu sistem di mana mereka yang berpunya memberikan kepada mereka yang kekurangan. Mereka yang berlebih memberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sistem ini merupakan sebuah pendekatan yang amat menarik. Karena bukan melalui negara, tapi melalui antar masyarakat. Karena itu izinkan saya mengundang pada seluruh masyarakat Jakarta, Jakarta telah memberikan begitu banyak pada kita semua, kini saatnya kita memberikan kembali pada Jakarta,” ucap Anies dalam video asli tersebut.

“Saatnya kita mengembalikan sebagian yang kita dapat karena kita berada di kota ini. sebagian membutuhkan dengan amat luar biasa. Karena itulah ketika program ini dipresentasikan beberapa hari yang lalu di Pemprov DKI Jakarta. Bahwa ini kegiatan yang mulia harus didukung, harus dibesarkan dan seluruh masyarakat harus ikut mendukung program ini,” ucap Anies.

Begitu juga dengan ucapan Anies soal benefit di video milik ACT aslinya berbeda 180 derajat dengan unggahan Abu Janda. Berikut ini pernyataan utuh Anies soal benefit:

“Dan saya berharap ACT teruskan prinsip-prinsip good governance yang selama ini dimiliki besarnya ACT adalah karena kepercayaan yang terjaga dengan amat baik, amanah yang dititipkan dari masyarakat yang jumlahnya ribuan, puluhan ribu, bahkan mungkin ratusan ribu, yang dititipkan pada ACT adalah amanah yang harus dijaga. Alhamdulillah selama ini ACT telah berhasil menunjukkan itu karena itulah bertahan terus mereka yang telah membantu kembali lagi membantu karena yakin atas apa yang dikerjakan,” kata Anies.

“Dan teruslah melakukan inovasi. Inovasi bukan hanya dalam kegiatan commercial for profit, inovasi juga dilakukan inovasi juga dilakukan di kegiatan sosial not for profit dan ini adalah salah satu contoh inovasi gerakan sosial not for profit, tapi Insya Allah this is always for benefit for the people. Selalu memberikan manfaat kepada masyarakat,” lanjut dia.

Abu Janda Sebut Cuma Lucu-lucuan

Abu Janda menilai video yang diunggahnya hanya parodi atau lucu-lucuan saja. Dia mengaku mendapat video yang diunggahnya itu melalui aplikasi WhatsApp.

Dia juga menilai maksud unggahan video pidato Anies bisa dibaca melalui caption yang dia tulis.

“Caption jelas ditulis PARODI humor plesetan buat lucu-lucuan. Makanya ditulis parodi maksudnya jangan dibawa serius,” ujar Abu Janda.

“Harusnya caption sudah clear menjelaskan tujuan postingan,” sambungnya.

Di tempat berbeda, M Taufik meresponnya dengan membela Anies. “Ya, Abu Janda supaya bertaubat lah,” kata M Taufik, Kamis (7/7/2022).

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini heran kepada Abu Janda yang kerap menebar kebencian. Dia menilai Abu Janda mendorong terjadinya permusuhan.

“Masa sih hari-harinya menebar kebencian dan mendorong permusuhan terus,” ujar Taufik.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua