Langsung ke konten
News

Internal Golkar Bergejolak Lagi, Ada Gerakan Ingin Melengserkan Airlangga

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurdin Halid menegaskan Nusyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tidak bisa sembarangan digelar dan harus merujuk pada konstitusi partai. Hal ini dikatakannya menanggapi isu penggulingan Airlangga Hartarto dan posisi Ketua Umum Partai Golkar.

“Saya kita untuk melakukan Munaslub itu tidak mudah. Harus merujuk para konstitusi partai,” kata Nurdin Halid, Kamis (12/5/2022).

Kata Nurdin Halid lagi, Munaslub bisa digelar apabila ketua umum berhalangan tetap, mengundurkan diri, dan melanggar AD/ART. Menurut Nurdin, sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART, maka tidak ada alasan untuk menggelar Munaslub.

Dia pun mencontohkan dinamika di masa kepemimpinan di era Setya Novanto saat ditetapkan tersangka oleh KPK pada tahun 2017 silam.

“Sepanjang tidak jadi tersangka dan tidak ada perbuatan pidana lain, maka itu berarti tidak ada pelanggaran konstitusi,” jelasnya.

Meski demikian, Nurdin menilai Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan tersebut. Ia mencontohkan Airlangga harus meningkatkan keharmonisan antarpengurus, termasuk memasifkan rapat antarpengurus.

“Misalnya, hubungan sesama sesama pengurus harus lebih ditingkatkan supaya bisa meredam gejolak yang mengganggu kesolidan internal partai Golkar,” saran Nurdin Halid.

Dengan pola kepemimpinan tersebut, Nurdin meyakini segala upaya kudeta terhadap Airlangga Hartarto bisa diantisipasi dengan mudah.

“Sehingga bisa antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi yang mengganggu kesolidan partai. Sekarang Golkar itu sebetulnya solid,” imbuhnya.

Terlepas dari isu penggulingan Airlangga, Nurdin Halid mengatakan saat ini Partai Golkar harus terus memasifkan konsolidasi kader menghadapi agenda politik 2024. Menurutnya, Partai Golkar harus tampil jadi pemenang pemilu legislatif, Pilpres, dan Pilkada Serentak 2024.

Nurdin menegaskan Golkar harus bisa mengulang kejayaan saat jadi pemenang pemilu 2004 lalu, atau 20 tahun silam.

"Jadi saya kira sekarang ini Golkar itu sedang konsolidasi untuk memenangkan pilpres, pileg, dan pilkada," katanya.

"Wacana isu munaslub harus segera diredam kalau ada gejolak internal, kita kan sedang hadapi tahun politik, maka jangan sampai Golkar dimasuki orang luar, untuk mengganggu, menyusupi kekompakan partai Golkar," kata dia.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua