KabarJakarta.com -- Anggota Komisi E DPRD DKI Ima Mahdiah menyoroti peristiwa ambruknya salah satu gedung di SMAN 96 yang berlokasi di Jalan Jati Raya No. 40, RT 07 RW 012, Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mencurigai, ambruknya gedung itu akibat minimnya anggaran renovasi sekolah yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.
Ima mengungkapkan, total anggaran untuk Dinas Pendidikan DKI pada APBD 2022 sebesar Rp16,54 triliun. Namun, hanya Rp21,2 miliar saja yang dianggarkan untuk renovasi bangunan sekolah. Padahal menurut Ima, dana yang dibutuhkan jauh lebih besar daripada itu, karena banyak sekolah di Jakarta butuh pemeliharaan.
“Setidaknya, Pemprov DKI harus menganggarkan Rp500 miliar untuk program rehabilitas sekolah,” kata Ima Mahdiah, Kamis (18/11/2021).
Ima mengaku, Komisi E DPRD DKI sudah menyampaikan dan memberitahui kepada Pemprov DKI setiap tahunnya bahwa ada sekolah yang rusak.
“Kami juga mengunjungi sekolah-sekolah yang tidak layak pakai,” tuturnya.
Ia sangat menyayangkan sikap Gubernur DKI Anies Baswedan yang terkesan mengabaikan program rehabilitasi sekolah. Ironisnya, Anies adalah orang yang berlatar belakang kuat di dunia pendidikan.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari beberapa sumber yang didapat KabarJakarta.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong dana rehab sekolah di Ibu Kota.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengatakan pada 2019 lalu bahwa fokus Pemprov DKI terhadap bidang pendidikan tak hanya soal pembangunan fisik.
“Seringkali kita menganggap bahwa perhatian pada pendidikan itu diukur dari infrastruktur fisik, lalu dilihatnya rehab sekolah. Padahal, dalam kenyataannya, sekolah yang direhab, sekolah yang kondisi bangunannya masih baik,” ucap Anie, Selasa (3/12/2019).
Ia ingin Dinas Pendidikan DKI lebih fokus pada pembangunan mutu sumber daya manusia (SDM). Anies mengaku sudah memanggil pejabat Dinas Pendidikan untuk memastikan fokus bekerja seperti yang diinginkannya.
“Kami akan memberikan porsi yang lebih baik dan lebih tinggi pada peningkatan mutu pndidikan,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan mutu SDM bisa dilakukan dengan membuat pelatihan-pelatihan. Begitu juga peningkatan kualitas para staf pendidik, dalam hal ini guru harus ditingkatkan.
“Pembangunan yang harus dilakukan di kota ini (DKI Jakarta) tak selalu bersifat fisik, tapi seringkali yang didorong hal itu, karena yang terlihat,” jelas Anies.
Pada tahun 2020, setidaknya ada 30 gedung sekolah di Jakarta yang batal direhab total. Dana rehab sekolah-sekolah tersebut dicoret dari Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 karea anggarannya sempat defisit.