KabarJakarta.com -- Jakarta International Stadium (JIS) yang berlokasi Kelurahan Papanggo, Tanjungpriok, Jakarta Utara, rencananya akan diresmikan Februari 2022. Ironisnya, masih banyak warga yang belum menerima kompensasi pasca rumahnya digusur.
Karena belum menerima kompensasi, warga-warga Kampung Bayam tersebut mendirikan bedeng di belakang JIS atau di pinggir rel kereta api.
Kondisi bedeng-bedeng tersebut sangat memprihatinkan. Mereka memanfaatkan tembok perlintasan kereta api sebagai dinding yang dikombinasikan dengan triplek dan kayu-kayu bekas. Sedangkan untuk bagian atapnya digunakan terpal.
Bedeng-bedeng itu juga tak berpintu, sedangkan alas untuk tidur menggunakan bahan seadanya.
Ketika kereta api melintas, kenyamanan penghuni bedeng akan terganggu oleh suara bising.
Supriyanto, salah satu warga menyatakan menolak pergi karena belum menerima kompensasi penggusuran. Selain dirinya, ada 26 keluarga yang bertahan karena tidak memiliki tempat tinggal lain.
Kata Supriyanto lagi, puluhan warga tersebut dijanjikan akan mendapat unit tempat tinggal di Kampung Susun Bayam di area JIS. Dia berharap rumah susun tersebut bisa segera dibangun.
“Memang semuanya sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI akan memberikan rumah deret yang ada di dalam stadium,” jelas Supriyanto.